Selasa, 11 Oktober 2016

SOFTSKILLS : PSIKOLOGI MANAJEMEN



SOFTSKILL : PSIKOLOGI MANAJEMEN
A.    PENGERTIAN MANAJEMEN
Kata manajemen berasal dari bahasa inggris, "Manage" yang memiliki arti mengelola/mengurus, mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin.
Manajemen adalah skill atau kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu untuk kita. Manajemen memiliki kaitan yang sangat erat dengan leader atau pemimpin. Sebab pemimpin yang sebenanrnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk menjadikan orang lain lebih dihargai, sehinnga orang lain akan melakukan segala keinginan sang leader.
Manajemen menurut para ahli adalah:
Mary Parker F.
Pengertian manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain.
George R. Terry
Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.
Koontz
Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu.
Stoner
Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan."
Wilson
Manajemen adalah sebagai sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Proses merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis."
Oey Liang Lee
Arti Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari sumber daya perusahaan dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan."
Lawrance A Appley
Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain."

B.     PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan Adalah kemampuan yang dipunyai seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Kepemimpinan itu adalah suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang leadership dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Leadership tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara  berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

C.    PENGERTIAN PERENCANAAN
Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen menjelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan.
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut: Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.

D.    LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN PERENCANAAN
Ø  Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
Ø  Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
Ø  Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
Ø  Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.

E.     MANFAAT PERENCANAAN DALAM MANAGEMENT
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a)      Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b)     Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c)      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d)     Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e)      Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f)       Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g)      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h)     Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i)       Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j)       Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k)     Menghemat waktu, usaha dan dana.

F.     PERENCANAAN DALAM ORGANISASI
Semua kegiatan manajerial didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan. Rencana menentukan ke mana organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan. Ini berarti bahwa maksud dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan adalah membantu pencapaian tujuan organisasi. Secara lebih spesifik pentingnya perencanaan dalam organisasi juga dapat dilihat dari keuntungan perencanaan sebagai berikut.
1.      Meningkatkan fokus dan fleksibilitas (focus and flexibility)
Suatu organisasi dengan fokus mengetahui apa yang terbaik dikerjakan, dan mengetahui bagaimana melayani mereka dengan baik. Suatu organisasi dengan fleksibilitas beroperasi secara dinamis dan dengan satu pengertian tentang masa depan.
2.      Meningkatkan koordinasi (coordination)
Ada banyak perbedaan subsistem dan kelompok dalam organisasi dan masing-masing memiliki berbagai tujuan pada tiap waktu tertentu. Tetapi tujuan itu semua menjadi seperangkat yang saling membantu satu sama lain karena tersusun secara hierarki. Membantu koordinasi pengambilan keputusan oleh manajer unit. Ini akan meminimasi tumpang tindih kegiatan dan membantu pemakaian biaya.
3.      Meningkatkan kontrol (control)
Kontrol manajerial meliputi pengukuran dan pengevaluasian hasil kinerja dan mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan. Perencanaan membantu membuat hal itu menjadi mungkin melalui penetapan tujuan dan identifikasi tindakan spesifik melalui mana hal itu diwujudkan.
4.      Memperbaiki manajemen waktu (time management)
Melalui keuntungan personal dari peningkatan fokus dan fleksibilitas, koordinasi, dan kontrol, perencanaan adalah satu bentuk dari manajemen waktu.

G.    DAFTAR PUSTAKA
ü  Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi Aksara: Jakarta), 2005, hal. 37
ü  Trisnawati Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8
ü  Kartono, Kartini. (1998). Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan Abnormal Itu ? PT Raja Grafindo Persada, Jakarta. 

Selasa, 26 April 2016

SOFTSKILL : HUBUNGAN INTERPERSONAL

QONITHA AULIA FADHILAH
18514647
2PA09
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK

Pengertian Hubungan Interpersonal
Menurut Pearson (1983) manusia adalah makhluk sosial, artinya sebagai makhluk sosial, kita tidak dapat menjalin hubungan sendiri, kita selalu menjalin hubungan dengan orang lain, mencoba untuk mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membentuk interaksi serta berusaha mempertahankan interaksi tersebut. Kita melakukan hubungan interpersonal ketika mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Hubungan interpersonal adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten. Ketika akan menjalin hubungan interpersonal, akan terdapat suatu proses dan biasanya dimulai dengan interpersonal attraction.
Daya tarik hubungan interpersonal merupakan faktor penyebab terjadinya hubungan interpersonal. Ada faktor internal dan juga faktor eksternal.  Faktor internal adalah faktor dalam diri kita meliputi dua hal, yaitu kebutuhan untuk berinteraksi (need for affiliation) dan pengaruh perasaan. Interaksi antara satu orang dengan orang yang lain bisa terjadi di mana saja, misalnya di rumah, sekolah, kantor pos, kantin, dan lain- lain. Namun, kebutuhan untuk saling berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita berbeda-beda satu sama lain.
         Kebutuhan untuk berinteraksi (need for affiliation)
Kita cenderung ingin berinteraksi dengan orang lain, namun dilain waktu, terkadang kita juga tidak ingin berinteraksi atau ingin sendirian.
         Pengaruh perasaan
Penelitian dari Byrne, dkk (1975) dari Fraley dan Aron (dalam Baron, Byrne, 2006) menunjukkan bahwa dalam berbagai situasi sosial, humor digunakan secara umum untuk mencairkan suasana dan memfasilitasi interaksi pertemanan.
         Kedekatan (proximity)
 Baron dan Byrne (2008) menjelaskan bahwa kedekatan secara fisik antara orang yang tinggal dalam satu lingkungan yang sama seperti di kantor dan di kelas, menunjukkan bahwa semakin dekat jarak geografis diantara mereka semakin besar kemungkinan kedua orang tersebut untuk sering bertemu.
         Daya tarik fisik
Sebuah penelitian mengenai daya tarik fisik menunjukkan bahwa sebagian besar orang percaya bahwa laki-laki dan perempuan yang menarik menampilkan ketenangan, mudah bergaul, mandiri, dominan, gembira, seksi, mudah beradaptasi, sukses, lebih maskulin (laki-laki) dan lebih feminism (perempuan) daripada orang yang tidak.


Jenis-jenis Hubungan Interpersonal
1. Hubungan interpersonal berdasarkan jumlah individu yang terlibat
Hubungan interpersonal berdasarkan jumlah individu yang terlibat, dibagi menjadi 2, yaitu  hubungan diad dan hubungan triad. Hubungan diad merupakan hubungan atara dua individu. Kebanyakan hubungan kita dengan orang lain bersifat diadik. William Wilmot mengemukakan beberapa ciri khas hubungan diad, dimana setiap hubungan diad memiliki tujuan khusus, individu dalam hubungan diad menampilkan wajah yang berbeda dengan ‘wajah’ yang ditampilkannya dalam hubungan diad yang lain, dan pada hubungan diad berkembang pola komunikasi (termasuk pola berbahasa) yang unik/khas yang akan membedakan hubungan tersebut dengan hubungan diad yang lain. Sedangkan hubungan triad merupakanhubungan antara tiga orang. Hubungan triad ini memiliki ciri lebih kompleks, tingkatkeintiman/ kedekatan antara individu lebih rendah, dan keputusan yang diambil lebih didasarkan voting atau suara terbanyak (dalam hubungan diad, keputusan diambil melalui negosiasi).
2.Hubungan interpersonal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai 
Hubungan interpersonal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, dibagi menjadi 2, yaitu hubungan tugas dan hubungan sosial. Hubungan tugas merupakan sebuah hubungan yang terbentuk karena tujuan menyelesaikan sesuatu yang tidak dapat dikerjakan oleh individu sendirian. Misalnya hubungan antara pasien dengan dokter, hubungan mahasiswa dalam kelompok untuk mengerjakan tugas, dan lain-lain. Sedangkan hubungan sosial merupakan hubungan yang tidak terbentuk dengan tujuan untuk menyelesaikan sesuatu. Hubungan ini terbentuk (baik secara personal dan sosial). Sebagai contoh adalah hubungan dua sahabat dekat, hubungan dua orang kenalan saat makan siang dan sebagianya.
3.Hubungan interpersonal berdasarkan jangka waktu
Hubungan interpersonal berdasarkan jangka waktu juga dibagi menjadi 2,yaitu hubungan jangka pendek dan hubungan jangka panjang. Hubungan jangka pendek merupakan hubungan yang hanya berlangsung sebentar. Misalnya hubungan antara dua orang yang saling menyapa ketika bertemu di jalan. Sedangkan hubungan jangka panjang berlangsung dalam waktu yang lama. Semakin lama suatu hubungan semakin banyak investasi yang ditanam didalamnya (misalnya berupa emosi atau perasaaan, materi, waktu, komitmen dan sebagainya). Dan karena investasi yang ditanam itu banyak maka semakin besar usaha kita untuk mempertahankannya.

4.Hubungan interpersonal yang didasarkan atas tingkat kedalaman atau keintiman
Hubungan interpersonal yang didasarkan atas tingkat kedalaman atau keintiman, yaitu hubungan biasa dan hubungan akrab atau intim. Hubungan biasa merupakan hubungan yang sama sekali tidak dalam atau impersonal atau ritual. Sedangkan hubungan akrab atau intim ditandai dengan penyingkapan diri (self-disclosure). Makin intim suatu hubungan, makin besar kemungkinan terjadinya penyingkapan diri tentang hal-hal yang sifatnya pribadi. Hubungan intim terkait dengan jangka waktu, dimana keintiman akan tumbuh pada jangka panjang. Karena itu hubungan intim akan cenderung dipertahankan karena investasi yang ditanamkan individu di dalamnya dalam jangka waktu yang lama telah banyak. Hubungan ini bersifat personal dan terbebas dari hal-hal yang ritual.

 TAHAP-TAHAP HUBUNGAN INTERPERSONAL
Dari jurnal yang saya baca terdapat 3 tahap hubungan interpersonal yaitu :
1. Pembentukan Pembentukan disini dimaksudkan adalah tahap-tahap perkenalan. Disini masing-masing individu saling menangkap dari reaksi pihak lain. mereka saling berusaha menggali identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. misalnya : bila kita berkenalan dengan orang lain, kita biasa nya bertanya-tanya tentang asal nya darimana, usianya brapa, pekerjaan apa, atau sekolahnya dimana. bila terdapat kesamaan, maka kita cukup mudah untuk melanjutkan hubungan dan komunikasi.
2. Peneguhan Hubungan Keakraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang. Hubungan interpersonal akan terperlihara apabila kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang diperlukan. Faktor kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol siapa, dan bilamana. Jika dua orang mempunyai pendapat yang berbeda sebelum mengambil kesimpulan, siapakah yang harus berbicara lebih banyak, siapa yang menentukan, dan siapakah yang dominan. Konflik terjadi umumnya bila masing-masing ingin berkuasa, atau tidak ada pihak yang mau mengalah.
3. Pemutusan Hubungan Menurut R.D. Nye, setidaknya ada lima sumber konflik yang dapat menyebabkan pemutusan hubungan, yaitu: 
a. Kompetisi Pemutusan hubungan "kompetisi" bisa terjadi pada hubungan interpersonal, mengapa? karena biasanya salah satu dari pihak-pihak yang melakukan hubungan interpersonal ini akan berusaha memperoleh sesuatu dengan mengorbankan pihak lain
b. Dominasi Mendominasi dalam setiap hubungan pun tidak baik karena mungkin saja pihak lain itu akan merasa hak-hak nya dilanggar dan merasa terkekang dengan dominasi salah satu pihak.
c. Kegagalan Masing-masing pihak akan saling menyalahkan apabila terjadi kegagalan dalam mencapai suatu tujuan bersama.
d. Provokasi dimana salah satu pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan yang lain.
e. Perbedaan Nilai dimana kedua pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut dan telah mereka sepakati. 

Hubungan Komunikasi yang Efektif dengan HUBUNGAN INTERPERSONAL
Komunikasi bisa dikatakan efektif apabila oleh sumber pesan dengan yang di interpretasikan oleh penerima pesan tidak berbeda (Schermerhorn dalam Nilam). Hal ini berarti bahwa tujuan komunikasi dari pengirim pesan dapat tercapai. Jadi disini tidak ada Distorsi Komunikasi. Distorsi komunikasi merupakan dimana terjadi perubahan makna pesan dari yang dimaksudkan oleh si pengirim pesan. Misalkan Maksud dari teman kita itu A namun kita menyimpulkan pesan tersebut B, dan disini lah terjadi Distorsi Komunikasi. 

DAFTAR PUSTAKA

 Liliweri, Alo. 1997. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: P.T Citra Aditya Bakti
Rakhmat, Jalaluddin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya Offset
Rochmaningsih, Dian. 2004. Hubungan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Interpersonal Siswa Berbakat di Kelas Akselerasi SLTP Negeri 2 Semarang Tahun Pelajaran 2003/2004 (Skripsi). Semarang: Bimbingan dan Konseling/FIP/ Semarang

SOFTSKILL : STRES

QONITHA AULIA FADHILAH 
18514647
2PA09
FAKULTAS PSIKOLOGI 
UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK

Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting Stres tidak selalu buruk Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka. Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungankerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan.

Stres tentu tak bisa diabaikan. Stres jenis ringan bisa diatasi dengan cara-cara alami namun jika sudah sampai tahap yang kronis, sebaiknya segera cari bantuan ahli. Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang stres yang sebaiknya Anda ketahui, seperti dilansir oleh Mag for Women.
1.                  Ketika stres, pupil mata seseorang akan melebar. Ini karena tubuh mendapatkan sinyal tentang apa yang terjadi dan memberikan reaksi semacam itu.
2.                  Stres bisa menyebabkan rambut rontok. Berbeda dari mitos bahwa stres bisa menyebabkan rambut berubah, sebenarnya stres bisa menyebabkan rambut rontok.
3.                  Stres juga bisa mempengaruhi kesehatan kulit dan membuat Anda terlihat lebih tua. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa stres bisa menurunkan kesehatan kulit.
4.                  Tertawa akan menurunkan tingkat hormon stres yaitu adrenaline dan cortisol. Jadi ketika tertawa, sebenarnya Anda juga sedang menurunkan tingkat stres dalam tubuh. Tertawa juga membantu meningkatkan kesehatan Anda dengan meningkatkan hormon lain dalam tubuh.
5.                  Stres berpengaruh pada jerawat Anda. Jerawat memang muncul akibat kotoran yang terperangkap dalam pori-pori kulit. Namun stres juga bisa mempengaruhi jerawat. Stres akan menyebabkan peradangan yang meningkatkan produksi sebum dan mempengaruhi jerawat di wajah Anda. 
6.                  Stres juga dikenal dengan sebutan 'silent killer' atau pembunuh yang diam-diam. Semakin banyak orang yang terkena stres namun tak menyadarinya. Stres akan memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes.
7.                  Dipercaya bahwa stres juga bisa membuat darah mengental. Ini tentunya buruk untuk tubuh karena bisa menyebabkan pembekuan darah dan penyumbatan pembuluh darah.
8.                  Stres akan mempengaruhi tingkat gula dalam darah. Ini bisa memicu kondisi seperti mood yang labil dan rasa lemah pada tubuh. Stres yang berlebihan juga bisa menyebabkan gula darah naik.
9.                  Stres mempengaruhi aliran darah dalam tubuh. Ketika seseorang merasa stres, mereka akan mengalami sakit kepala. Salah satunya adalah sakit kepala yang seperti ditekan-tekan akibat dari kondisi stres yang kronis.
10.              Stres yang kronis akan menyebabkan masalah seperti insomnia dan apnea tidur. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya mulai perhatikan tingkat stres dalam diri Anda.
11.              Stres juga mempengaruhi libido dan gairah seksual pada seseorang. Saat mengalami stres, seseorang tak akan memiliki gairah seks dan libido.
Berikut ini adalah beberapa jenis stres yang perlu Anda kenali.
1.                  Stres baik
Stres tidak hanya dipicu sepenuhnya oleh pengalaman negatif. Bahkan, pengalaman positif juga dapat membawa stres, seperti upacara kelulusan atau pernikahan. Namun, tipe stres seperti ini dalam dosis kecil sebenarnya baik untuk sistem imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat banyak orang lebih mudah untuk menciptakan tujuan dan menikmati proses mencapainya dengan penuh energi.
2.                  Distres internal
Ini adalah tipe stres yang buruk. Distres merupakan tipe stres negatif hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Pada dasarnya, tubuh kita menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa tersebut terusik, tubuh pun mengalami distres.
3.                  Distres akut
Distres akut terjadi ketika seseorang mengalami distres yang dipicu oleh peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres ini akan memicu timbulnya hiperstres.
4.                  Hipostres
Ternyata hari-hari tanpa kekhawatiran dan tantangan juga dapat memicu tipe stres lainnya, yaitu hipostres. Hipostres merupakan "ketidakadaan" stres, tetapi bisa juga diartikan kebosanan yang ekstrem. Seseorang yang mengalami hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan.
5.                  Eustres
Eustres merupakan stres yang sangat berguna lantaran dapat membuat tubuh menjadi lebih waspada. Eustres membuat tubuh dan pikiran menjadi siap untuk menghadapi banyak tantangan, bahkan bisa tanpa disadari. Tipe stres ini dapat membantu memberi kekuatan dan menentukan keputusan, contohnya menemukan solusi untuk masalah.

10 masalah kesehatan yang timbul akibat stres
a)                  Depresi
Seperempat dari orang yang mengalami stres berat bisa menjadi depresi, stres berat kronis akan mengganggu kemampuan kita untuk mengatur emosi
b)                  Kanker Payudara
Wanita yang terkena kanker payudara metastetik, yakni kanker yang telah tersebar, dua kali lebih sering kambuh jika mereka sedang stres, menurut penelitian 2007 di psychosomatic Research. Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap tikus pada tahun 2009, seekor tikus yang mengalami stres akan tiga kali lebih besar untuk mengembangkan kanker payudara di tempat pertama dibandingkan dengan tikus yang tenang. Penelitian ini dilakukan di Prosiding National Academy of Sciences
c)                  Obesitas
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine pada 2008 menyatakan bahwa ketika stres, tubuh melepaskan molekul yang disebut neuropeptide Y, yang mensimulasikan sel-sel lemak untuk tumbuh baik dalam ukuran dan jumlah yang tinggi. Selain itu, stres kronis yang dialami seseorang cenderung membuat diet jadi tidak sehat. Untuk menghilangkan stres bisanya memacu orang untuk makan apa saja terutama makanan cepat saji, camilan, gorengan, yang kita tau tidak baik buat kesehatan dan akan memicu obesitas atau kegemukan
d)                  Sering infeksi
Berdasarkan analisa tahun 2004, dari 293 penelitian yang diterbit kan dalam psychological Bulletin, stres kronis bisa menekan sistem kekebalan tubuh yang membuat orang lebih mudah terserang penyakit flu.
CARA MENGATASI STRES

1. Melakukan Hobi

Cara mengatasi stress berat dengan melakukan hobi yang ingin anda lakukan adalah cara paling mudah. Hobi merupakan suatu kegiatan yang dipercaya dapat menenangkan pikiran seseorang jika dilakukan. Tujuannya adalah untuk mendapatakan suatu kesenangan sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi pikiran dan jiwa orang tersebut. Bahkan, melakukan hobi mampu membuat seseorang menjadi bersemangat setelah melakukan aktifitas yang melelahkan

2. Komunikasi

Melakukan komunikasi atau berbicara hingga berbagi cerita tentang permasalahan atau beban hidup kepada seseorang sangat baik untuk mengurangi beban yang dialami dan mengatasi stres. Selain itu, bercerita kepada teman memungkinkan seseorang untuk mendapatkan solusi dari masalah tersebut. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa orang yang tertutup lebih rentan mengalami stres daripada orang yang membuka diri dan sering berkomunikasi mengenai permasalahannya dengan orang lain.

3. Meditasi

Melakukan meditasi merupakan hal yang dapat mengatasi stres karena dapat membersihkan pikiran hingga mampu membuat seseorang untuk berkonsentrasi. Hal ini bisa terjadi karena meditasi mampu mampu membuat pernapasan lebih teratur, detak jantung dan tekanan darah menjadi normal, hingga mampu menurunkan kadar hormon stres yang sebelumnya dipompa oleh kelenjar adrenalin. Bahkan, melakukan meditasi ampuh untuk membantu proses penyembuhan ketika sedang mengalami sakit.

4. Mandi Atau Berendam

Memanfaatkan air dengan mandi atau berendam memiliki efek yang baik untuk mengatasi stres sebab ampuh untuk penyembuhan hingga penenangan diri. Stimulus dari suasana ini, mampu mengingatkan tubuh dan pikiran seseorang kepada suasana saat berada di rahim sehingga memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi tubuh. Agar lebih efektif, mandi atau berendam dilakukan menggunakan air hangat di bathub.

5. Pemijatan

Pemijatan sangat baik dilakukan untuk relaksasi dan menormalkan tekanan darah. Karena dengan pemijatan, kualitas tidur seseorang akan lebih baik sehingga stres yang dirasakan semakin berkurang. Manfaat pemijatan ini telah banyak diteliti oleh para ahli. Menurut beberapa penelitian, pemijatan dapat mengusir stres karena terjadi perubahan biokimia tubuh setelah mendapat sentuhan tangan. Bahkan, penelitian menemukan bahwa hormon stres bisa berkurang hingga 53% setelah dibuktikan dengan studi terhadap 500 pria, wanita dan anak-anak yang menderita stres

6. Berteriak

Berteriak lepas dengan suara lantang merupakan cara yang baik dilakukan untuk mengatasi stres. Saat mengalami stres, seseorang pasti merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati. Oleh karena itu, melepaskan perasaan tidak mengenakkan itu bisa dilakukan dengan berteriak yang tentu saja dilakukan di tempat yang luas dan sepi agar tidak mengganggu orang lain seperti di tepi pantai atau diatas tebing. Berteriak dapat dilakukan beberapa kali agar seseorang menjadi lebih rileks.

7. Olahraga

Olahraga ternyata mampu meredakan emosi negatif seperti stres pada diri seseorang. Hal ini dapat terjadi karena olahraga mampu melepaskan hormon serotonin yang bisa membuat seseorang merasa senang. Bahkan, Mental Health Foundation yang merupaka organisasi kesehatan non-profit di Inggris sudah membuktikan bahwa olahraga sangat baik untuk mengobati depresi.

8. Rekreasi/Berlibur

Melakukan rekreasi merupakan cara yang baik untuk dilakukan untuk menghindari lingkungan negatif. Oleh karena itu, rekreasi juga merupakan kegiatan yang sangat efektif untuk mengatasi stres. Rekreasi bisa dilakukan bersama keluarga agar lebih menyenangkan. Selain itu, jalan-jalan juga ampuh untuk menghilangkan stres sebab dengan melakukan hal ini, seseorang merasa memiliki suasana hati yang rileks.

9. Seks

Melakukan seks atau berhubungan intim terhadap pasangan, ternyata efektif untuk mengurangi stres. Sebab, seks dapat menyeimbangkan kesehatan emosi dengan kesehatan mental sehingga sangat baik untuk menghilangkan stres. Bahkan, berhubungan seks dapat mengeluarkan endorfin sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan dan segar.

10. Aromaterapi

Aroma memiliki efek yang sangat mempengaruhi emosi manusia sebab indra penciuman merupakan indra yang berhubungan dengan sistem limbik sebagai pusat kendali emosional dalam otak manusia. Oleh karena itu, aromaterapi bisa menjadi salah satu terapi yang dapat merangsang emosi manusia.

11. Tertawa

Tertawa ternyata membawa efek yang sangat baik untuk menghilangkan stres. Menurut beberapa penelitian, tertawa 5 hingga 10 menit dapat merangsang endorphine, serotonin dan metanonin untuk keluar. Dimana ketiga zat ini memberikan manfaat yang baik untuk otak sehingga tubuh menjadi lebih tenang. Bahkan, tertawa ini dapat menyembuhkan seseorang yang mengalami gangguan mental stres berat.

12. Musik

Penelitian pada tahun 2008 yang dilakukan University of Maryland School of Medicine mengungkapkan bahwa mendengarkan musik favorit selama 30 menit mampu melepaskan zat endorphin untuk mengurangi stres dan menghilangkan rasa sakit. Hal ini juga semakin baik sebab tubuh menjadi selaras dengan suara musik yang didengarkan. Akibatnya, relaksasi menjadi meningkat, otot-otot tidak tegang, detak jantung melambat, dan energipun meningkatkan sesuai dengan irama.

13. Tidur

Tidur merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk menghilangkan stres yang dapat meningkatkan produktivitas. Disamping itu, beristirahat atau tidur minimal selama 8 jam yang dilakukan setiap hari mampu meremajakan tubuh untuk beraktifitas di hari selanjutnya.

14. Berpikir Positif

Berpikir positif merupakan cara yang dapat mengurangi stres sebab dengan melakukan hal ini, maka seseorang bisa menerima beban yang diberikan karena memiliki sudut pandang yang baik terhadap beban itu. Sudut pandang yang dimaksud adalah pemikiran yang menyadari bahwa beban yang dialami merupakan ujian yang diberikan oleh Sang Pencipta dan dengan begitu, maka seseorang akan yakin bahwa dibalik kesulitan yang menimpa dirinya, tersimpan hikmah yang luar bisa jika berhasil melewati tantangan hidup itu.

15. Makanan Sehat

Cara menghilangkan stress yang terakhir super ampuh adalah dngan makanan. Makanan yang mengandung vitamin B, omega 3, asam folat, magnesium dan vitamin C merupakan makanan yang dapat meredakan stres. Selain itu, makanan yang mengandung antioksidan juga baik untuk dikonsumsi karena mampu memperlancar fungsi memori.

DAFTAR PUSTAKA

Fabella, A.T. 1993. Anda Sanggup Mengatasi Stres. Penerjemah :
Panjaitan, C.Z dan Lintong, L.J. Bandung : Indonesian Publishing
House
Greenberg, J.S. 2002. Comprehensive Stress Management, Eighth Edition.
New York : McGraw-Hill
Handoko, T.H. 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta : BPFE
Handoyo, S. 2001. Stres Pada Masyarakat Surabaya. INSAN. Surabaya:
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Volume 3. No. 2 (61-74)
Hardjana, A.M. 1994. Stres Tanpa Distres : Seni Mengolah Stres.
Yogyakarta : Kanisius
Hasibuan, M.S.P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi
Aksara
Helmi, A.F. 2000. Pengelolaan Stres Pra-Purna Bakti. Psikologika.
Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. Tahun 1 No. 9 (42-55)

Rabu, 30 Maret 2016

Kesehatan Mental / Kepribadian Sehat Menurut Tokoh-Tokoh

KEPRIBADIAN SEHAT ATAU KESEHATAN MENTAL MENURUT 

Carl Rogers : bahwa kesehatan mental adalah proses alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan yang lain dipandang sebagai penyimpang dari kecenderungan. 




Abraham Maslow : kepribadian yang sehat adalah individu yang dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik dan imbang atau dengan kata lain secara optimal. Mereka dapat memenuhi semua kebutuhan untuk juga memenuhi potensi-potensi yang mereka miliki serta dapat mengetahui dan memahami dunia sekitar.

Erich Fromm :

Allport : mengatakan bahwa kesehatan mental adalah melihat kedepan dan tidak melihat kebelakang








Jumat, 18 Maret 2016

SOFTSKILLS : KESEHATAN MENTAL

Dosen : Jessica Johanna
Nama : Qonitha Aulia Fadhila
NPM : 18514647
 Kelas : 2PA09
Fakultas Psikologi 
Universitas Gunadarma Depok
Tahun 2016

Banyak pengertian atau definisi kesehatan mental menurut para ahli yang diberikan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Pengertian kesehatan mental secara umum adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawanya pada kebahagian bersama, serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam hidup.
Berikut beberapa pengertian kesehatan mental menurut para ahli, menurut Dr. Jalaludin dalam bukunya "Psikologi Agama" bahwa, Kesehatan Mental merupakan suatu kondiri batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenan, aman, dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada tuhan). Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain. Zakiah Darajat mendefinisikan bahwa mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagian di dunia dan di akhirat.
Golongan yang kurang sehat adalah orang yang merasa terganggu ketentraman hatinya. Adanya Abnormalitas mental ini biasanya disebabkan karena ketidakmampuan individu dalam mengahapi kenyataan hidup sehingga muncul konflik mental pada dirinya. Gejala-gejala umum yang kurang sehat mentalnya, yakni dapat dilihat dalam beberapa segi, antara lain:
  1. Perasaan : Orang yang kurang sehat mentalnya akan selalu merasa gelisah karena kurang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.
  2. Pikiran : Orang yang kurang sehat mentalnya akan mempengaruhi pikirannya, sehingga ia merasa kurang mampu melanjutkan sesuatu yang telah direncanakan sebelumnyam seperti tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu pekerjaan, pemalas, pelupa, apatis, dang sebagainya.
  3. Kelakuan : Pada umumnya orang yang kurang sehat mentalnya akan tampak pada kelakuan-kelakuannya yang tidak baik, seperti keras kepala, suka berdusta, mencuri, menyeleweng, menyiksa orang lain, dan segala yang bersifat negatif.
Istilah "KESEHATAN MENTAL" diambil dari konsep mental hygiene. kata mental diambil dari bahsa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche  dalam bahasa latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan, Jadi, istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha peningkatan. (Notosoedirjo & Latipun, 2001 : 21)
 Sehat (health) adalah konsep yang tidak mudah diartikan sekalipun dapat kita rasakan dan diamati keadaannya. Misalnya, orang tidak memiliki keluhan-keluhan fisik dipandang sebagai orang yang sehat. Sebagian masyarakat juga beranggapan bahwa orang yang "gemuk" adalah orang yang sehat, dan sebagainya. Jadi, faktor subyektifitas dan kultural juga mempengaruhi pemaham dan pengertian orang terhdap konsep sehat. Sebagai satu acuan untuk memahami konsep "sehat". World Health Organization (WHO) merumuskan dalam cakupan yang cukup luas, yaitu "keadaan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat". Dalam definisi ini, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial.
  • Musthafa Fahmi : Kesehatan jiwa adalah bebas dari gejala-gejala penyakit jiwa dan gangguan kejiwaan.
  • Zakiah Darajat : Kesehatan Mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psichose). Definisi ini banyak dianut di kalangan psikiatri (kedokteran jiwa) yang memandang manusia dari sudut sehat atau sakitnya.
  • Allport : Manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan.
  • Maslow : Manusia sehat adalah manusia yang mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.
  • Menurut UU No. 3/1961 : Suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Pengertian sehat menurut WHO adalah suatu keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupaka satu keatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.
Menurut Undang Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan bahwa Sehat atau Kesehatan adalah suatu keadaan sejahteran dari badan (jasmani), jiwa (rohani) dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Syamsu. 2004. Mental Hygiene Perkembangan Kesehatan Mental dalam Kajian Psikologi dan Agama. Bandung: Pustaka bani Quraisy.
Burhanuddin, Yusak. 199. Kesehatan Mental. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sundari, Siti. 2005. Kesehatan Mental. Jakarta: Rineka Cipta.
Darajdat, Zakiah. 1983. Kesehatan Mental. Jakarta: PT. Gunung Agung
Darajdat, Zakiah. 1984. Kesehatan Mental Perananya dalam Pendidikan dan Pengajaran. Jakarta:IAIN

MIND MAP SEJARAH KESEHATAN MENTAL