SOFTSKILL
: PSIKOLOGI MANAJEMEN
A.
PENGERTIAN
MANAJEMEN
Kata manajemen berasal dari bahasa inggris,
"Manage" yang memiliki arti mengelola/mengurus, mengendalikan,
mengusahakan dan juga memimpin.
Manajemen adalah
skill atau kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu
untuk kita. Manajemen memiliki kaitan yang sangat erat dengan leader atau
pemimpin. Sebab pemimpin yang sebenanrnya adalah seseorang yang mempunyai
kemampuan untuk menjadikan orang lain lebih dihargai, sehinnga orang lain akan
melakukan segala keinginan sang leader.
Manajemen menurut para ahli adalah:
Mary Parker
F.
Pengertian manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap
tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain.
George R. Terry
Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus
seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa
dibuktikan secara umum kebenarannya.
Koontz
Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang
didasarkan pada suatu pemahaman ilmu.
Stoner
Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu
perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari
anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan."
Wilson
Manajemen adalah sebagai sebuah rangkaian tindakan
yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran
organisasi. Proses merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan
sistematis."
Oey Liang Lee
Arti Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari
sumber daya perusahaan dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan."
Lawrance A Appley
Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan
yang diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain."
B.
PENGERTIAN
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan Adalah kemampuan yang
dipunyai seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai
tujuan dan sasaran. Kepemimpinan itu adalah suatu proses dimana pimpinan
digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi
pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan
pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal
dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang
mengkaji tentang leadership dengan berbagai
sudut pandang atau perspektifnya. Leadership tidak
hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu
secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu
bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong
atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh
kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya
sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang
membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist)
cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan
atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk
membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).
C.
PENGERTIAN
PERENCANAAN
Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu
fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen
menjelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi,
pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu
fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam
melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi
perusahaan adalah dengan membuat perencanaan.
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy
(2001:2) sebagai berikut: Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan
tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan)
dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan
program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan
perusahaan secara menyeluruh.
D.
LANGKAH-LANGKAH
DALAM MENYUSUN PERENCANAAN
Ø Merumuskan
Misi dan Tujuan.
Usaha
sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan kebijakan dan
strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang
bersangkutan.
Ø Memahami
Keadaan Saat ini.
Perencanaan
menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang,
untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan
langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka
pendek dan sampai jangka panjang.
Ø Mempertimbangkan
faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan
dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin
diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat
meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
Ø Menyusun
rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.
E.
MANFAAT
PERENCANAAN DALAM MANAGEMENT
Perencanaan
mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a)
Membantu manajemen untuk menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b)
Membantu dalam kristalisasi
persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c)
Memungkinkan manajer memahami
keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d)
Pemilihan berbagai alternatif
terbaik,
e)
Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f)
Penyusunan skala prioritas, baik
sasaran maupun kegiatan,
g)
Menghemat pemanfaatan sumber daya
organisasi,
h)
Alat memudahkan dalam berkoordinasi
dengan pihak terkait,
i)
Membuat tujuan lebih khusus, terperinci
dan lebih mudah dipahami,
j)
Meminimumkan pekerjaan yang tidak
pasti, dan
k)
Menghemat waktu, usaha dan dana.
F.
PERENCANAAN
DALAM ORGANISASI
Semua kegiatan manajerial
didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan. Rencana menentukan ke mana
organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan. Ini berarti bahwa maksud
dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan adalah membantu pencapaian
tujuan organisasi. Secara lebih spesifik pentingnya perencanaan dalam
organisasi juga dapat dilihat dari keuntungan perencanaan sebagai berikut.
1. Meningkatkan fokus dan fleksibilitas (focus
and flexibility)
Suatu organisasi dengan fokus mengetahui apa yang terbaik dikerjakan, dan
mengetahui bagaimana melayani mereka dengan baik. Suatu organisasi dengan
fleksibilitas beroperasi secara dinamis dan dengan satu pengertian tentang masa
depan.
2. Meningkatkan koordinasi (coordination)
Ada banyak perbedaan subsistem dan kelompok dalam organisasi dan
masing-masing memiliki berbagai tujuan pada tiap waktu tertentu. Tetapi tujuan
itu semua menjadi seperangkat yang saling membantu satu sama lain karena
tersusun secara hierarki. Membantu koordinasi pengambilan keputusan oleh
manajer unit. Ini akan meminimasi tumpang tindih kegiatan dan membantu
pemakaian biaya.
3. Meningkatkan kontrol (control)
Kontrol manajerial meliputi pengukuran dan pengevaluasian hasil kinerja
dan mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan. Perencanaan membantu membuat
hal itu menjadi mungkin melalui penetapan tujuan dan identifikasi tindakan
spesifik melalui mana hal itu diwujudkan.
4. Memperbaiki manajemen waktu (time
management)
Melalui keuntungan personal dari peningkatan fokus dan fleksibilitas,
koordinasi, dan kontrol, perencanaan adalah satu bentuk dari manajemen waktu.
G.
DAFTAR
PUSTAKA
ü Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi
Aksara: Jakarta), 2005, hal. 37
ü Trisnawati
Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8
ü Kartono,
Kartini. (1998). Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan Abnormal Itu ?
PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar