QONITHA AULIA FADHILAH
18514647
2PA09
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK
Pengertian Hubungan Interpersonal
Menurut Pearson (1983) manusia adalah
makhluk sosial, artinya sebagai
makhluk sosial, kita tidak
dapat menjalin hubungan sendiri, kita selalu menjalin hubungan dengan orang lain, mencoba untuk
mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membentuk interaksi serta
berusaha mempertahankan interaksi tersebut. Kita melakukan hubungan interpersonal
ketika mencoba untuk berinteraksi dengan orang lain. Hubungan interpersonal
adalah hubungan yang terdiri atas dua orang atau lebih yang memiliki
ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten.
Ketika akan menjalin hubungan interpersonal, akan terdapat suatu proses dan
biasanya dimulai dengan interpersonal attraction.
Daya tarik hubungan interpersonal merupakan faktor penyebab terjadinya
hubungan interpersonal. Ada faktor internal dan juga faktor eksternal. Faktor internal
adalah faktor dalam diri kita meliputi dua hal, yaitu kebutuhan untuk berinteraksi (need
for affiliation) dan pengaruh perasaan. Interaksi antara satu orang
dengan orang yang lain bisa terjadi di mana saja, misalnya di rumah,
sekolah, kantor pos, kantin, dan lain- lain. Namun, kebutuhan untuk saling
berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita berbeda-beda satu sama lain.
Kebutuhan untuk berinteraksi (need for affiliation)
Kita cenderung ingin berinteraksi dengan orang lain,
namun dilain waktu, terkadang kita juga tidak ingin berinteraksi atau ingin
sendirian.
Pengaruh perasaan
Penelitian dari Byrne, dkk (1975) dari Fraley dan Aron
(dalam Baron, Byrne, 2006) menunjukkan bahwa dalam berbagai situasi sosial, humor
digunakan secara umum untuk mencairkan suasana dan memfasilitasi interaksi
pertemanan.
Kedekatan (proximity)
Baron dan Byrne
(2008) menjelaskan bahwa kedekatan secara fisik antara orang yang tinggal dalam
satu lingkungan yang sama seperti di kantor dan di kelas, menunjukkan bahwa
semakin dekat jarak geografis diantara mereka semakin besar kemungkinan kedua
orang tersebut untuk sering bertemu.
Daya tarik fisik
Sebuah penelitian mengenai daya tarik fisik
menunjukkan bahwa sebagian besar orang percaya bahwa laki-laki dan perempuan
yang menarik menampilkan ketenangan, mudah bergaul, mandiri, dominan, gembira,
seksi, mudah beradaptasi, sukses, lebih maskulin (laki-laki) dan lebih feminism
(perempuan) daripada orang yang tidak.
Jenis-jenis
Hubungan Interpersonal
1. Hubungan
interpersonal berdasarkan jumlah individu yang terlibat
Hubungan
interpersonal berdasarkan jumlah individu yang terlibat, dibagi menjadi 2,
yaitu hubungan diad dan hubungan triad. Hubungan diad merupakan
hubungan atara dua individu. Kebanyakan hubungan kita dengan orang lain
bersifat diadik. William Wilmot mengemukakan beberapa ciri khas hubungan diad,
dimana setiap hubungan diad memiliki tujuan khusus, individu dalam hubungan
diad menampilkan wajah yang berbeda dengan ‘wajah’ yang ditampilkannya dalam hubungan
diad yang lain, dan pada hubungan diad berkembang pola komunikasi (termasuk
pola berbahasa) yang unik/khas yang akan membedakan hubungan tersebut dengan
hubungan diad yang lain. Sedangkan hubungan triad merupakanhubungan antara tiga
orang. Hubungan triad ini memiliki ciri lebih kompleks, tingkatkeintiman/
kedekatan antara individu lebih rendah, dan keputusan yang diambil lebih
didasarkan voting atau suara terbanyak (dalam hubungan diad, keputusan diambil
melalui negosiasi).
2.Hubungan
interpersonal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai
Hubungan
interpersonal berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, dibagi menjadi 2, yaitu
hubungan tugas dan hubungan sosial. Hubungan tugas merupakan sebuah hubungan
yang terbentuk karena tujuan menyelesaikan sesuatu yang tidak dapat dikerjakan
oleh individu sendirian. Misalnya hubungan antara pasien dengan dokter,
hubungan mahasiswa dalam kelompok untuk mengerjakan tugas, dan lain-lain.
Sedangkan hubungan sosial merupakan hubungan yang tidak terbentuk dengan tujuan
untuk menyelesaikan sesuatu. Hubungan ini terbentuk (baik secara personal dan
sosial). Sebagai contoh adalah hubungan dua sahabat dekat, hubungan dua orang
kenalan saat makan siang dan sebagianya.
3.Hubungan
interpersonal berdasarkan jangka waktu
Hubungan
interpersonal berdasarkan jangka waktu juga dibagi menjadi 2,yaitu hubungan
jangka pendek dan hubungan jangka panjang. Hubungan jangka pendek merupakan
hubungan yang hanya berlangsung sebentar. Misalnya hubungan antara dua orang
yang saling menyapa ketika bertemu di jalan. Sedangkan hubungan jangka panjang
berlangsung dalam waktu yang lama. Semakin lama suatu hubungan semakin banyak
investasi yang ditanam didalamnya (misalnya berupa emosi atau perasaaan,
materi, waktu, komitmen dan sebagainya). Dan karena investasi yang ditanam itu
banyak maka semakin besar usaha kita untuk mempertahankannya.
4.Hubungan
interpersonal yang didasarkan atas tingkat kedalaman atau keintiman
Hubungan
interpersonal yang didasarkan atas tingkat kedalaman atau keintiman, yaitu
hubungan biasa dan hubungan akrab atau intim. Hubungan biasa merupakan hubungan
yang sama sekali tidak dalam atau impersonal atau ritual. Sedangkan hubungan
akrab atau intim ditandai dengan penyingkapan diri (self-disclosure). Makin
intim suatu hubungan, makin besar kemungkinan terjadinya penyingkapan diri
tentang hal-hal yang sifatnya pribadi. Hubungan intim terkait dengan jangka
waktu, dimana keintiman akan tumbuh pada jangka panjang. Karena itu hubungan
intim akan cenderung dipertahankan karena investasi yang ditanamkan individu di
dalamnya dalam jangka waktu yang lama telah banyak. Hubungan ini bersifat
personal dan terbebas dari hal-hal yang ritual.
TAHAP-TAHAP HUBUNGAN INTERPERSONAL
Dari jurnal yang saya baca terdapat 3 tahap hubungan
interpersonal yaitu :
1. Pembentukan Pembentukan disini dimaksudkan adalah tahap-tahap perkenalan. Disini masing-masing individu saling menangkap dari reaksi pihak lain. mereka saling berusaha menggali identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. misalnya : bila kita berkenalan dengan orang lain, kita biasa nya bertanya-tanya tentang asal nya darimana, usianya brapa, pekerjaan apa, atau sekolahnya dimana. bila terdapat kesamaan, maka kita cukup mudah untuk melanjutkan hubungan dan komunikasi.
1. Pembentukan Pembentukan disini dimaksudkan adalah tahap-tahap perkenalan. Disini masing-masing individu saling menangkap dari reaksi pihak lain. mereka saling berusaha menggali identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. misalnya : bila kita berkenalan dengan orang lain, kita biasa nya bertanya-tanya tentang asal nya darimana, usianya brapa, pekerjaan apa, atau sekolahnya dimana. bila terdapat kesamaan, maka kita cukup mudah untuk melanjutkan hubungan dan komunikasi.
2. Peneguhan Hubungan Keakraban
merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang. Hubungan interpersonal akan
terperlihara apabila kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang
diperlukan. Faktor kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol
siapa, dan bilamana. Jika dua orang mempunyai pendapat yang berbeda sebelum
mengambil kesimpulan, siapakah yang harus berbicara lebih banyak, siapa yang
menentukan, dan siapakah yang dominan. Konflik terjadi umumnya bila
masing-masing ingin berkuasa, atau tidak ada pihak yang mau mengalah.
3. Pemutusan Hubungan Menurut
R.D. Nye, setidaknya ada lima sumber konflik yang dapat menyebabkan pemutusan
hubungan, yaitu:
a. Kompetisi Pemutusan hubungan "kompetisi" bisa
terjadi pada hubungan interpersonal, mengapa? karena biasanya salah satu dari
pihak-pihak yang melakukan hubungan interpersonal ini akan berusaha memperoleh
sesuatu dengan mengorbankan pihak lain
b. Dominasi Mendominasi dalam setiap hubungan pun tidak baik
karena mungkin saja pihak lain itu akan merasa hak-hak nya dilanggar dan merasa
terkekang dengan dominasi salah satu pihak.
c. Kegagalan Masing-masing pihak akan saling menyalahkan apabila
terjadi kegagalan dalam mencapai suatu tujuan bersama.
d. Provokasi dimana salah satu pihak terus-menerus berbuat
sesuatu yang ia ketahui menyinggung perasaan yang lain.
e. Perbedaan Nilai dimana kedua pihak
tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut dan telah mereka
sepakati.
Hubungan Komunikasi yang Efektif dengan HUBUNGAN INTERPERSONAL
Hubungan Komunikasi yang Efektif dengan HUBUNGAN INTERPERSONAL
Komunikasi bisa dikatakan efektif apabila oleh sumber
pesan dengan yang di interpretasikan oleh penerima pesan tidak berbeda
(Schermerhorn dalam Nilam). Hal ini berarti bahwa tujuan komunikasi dari
pengirim pesan dapat tercapai. Jadi disini tidak ada Distorsi Komunikasi.
Distorsi komunikasi merupakan dimana terjadi perubahan makna pesan dari yang
dimaksudkan oleh si pengirim pesan. Misalkan Maksud dari teman kita itu A namun
kita menyimpulkan pesan tersebut B, dan disini lah terjadi Distorsi
Komunikasi.
DAFTAR PUSTAKA
Liliweri, Alo. 1997. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: P.T
Citra Aditya Bakti
Rakhmat, Jalaluddin. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung: P.T
Remaja Rosdakarya Offset
Rochmaningsih, Dian. 2004. Hubungan Kecerdasan Emosional dan
Perilaku Interpersonal Siswa Berbakat di Kelas Akselerasi SLTP Negeri
2 Semarang Tahun Pelajaran 2003/2004 (Skripsi). Semarang:
Bimbingan dan Konseling/FIP/ Semarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar