Selasa, 15 November 2016

SOFTSKILLS : MANAJEMEN



Nama   : Qonitha Aulia Fadhilah
NPM   : 18514647
Kelas   : 2PA09

I.            DEFINISI PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang di pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi suatu ruangan kerja administrasi, ruangan laboratorium, serta penetapan tugas dan wewenang seseorang pendelegasian wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.\

II.            STRUKTUR ORGANISASI : FORMAL & INFORMAL
Struktur organisasi adalah susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk bagan (grafik) yang memperlihatkan hubungan unit kerja dan jalur-jalur wewenang yang ada Struktur organisasi merupakan kelanjutan dari dua bentuk pola organisasi.
a.      Formal
Adalah organisasi yang didefinisikan oleh struktur pengorganisasian dengan penentuan tugas berdasarkan penunjukan penugasan kerja. Dan biasanya terdiri dari kumpulan dua orang atau lebih yang meningkatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
b.      Informal
adalah organisasi yang tidak berstruktut formal maupun secara organisasional, organisasi ini terbentuk secara alami dalam lingkungan kerja yang timbul sebagai respon terhadap kebutuhan akan kontak sosial. Dan biasanya terdiri dari kumpulan dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktivitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.

III.            MANFAAT & KERUGIAN STRUKTUR FUNGSIONAL DAN DIVISIONAL
Manfaat
Kerugian
Fungsional
Divisional
Fungsional
Divisional
Ø Mempergunaka sumberdaya khusus secara efisien
Ø Supervisi dapat dilakukan lebihh mudah
Ø Mengembangkan keahliann fungsional,
Ø Mudah memobilisasi ketrampilan khusus,
Ø Memelihara kendali terpusat atas keputusan strategis,
Ø Berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci sebagai unit terpisah.
Ø Perkerjaan keseluruhan lebih mudah dikoordinasikan prestasi kerja tinggi dapat dipertahankan,
Ø Keputusan lebih cepat,
Ø Lebih mudah untuk menilai prestasi kerja,
Ø Pengembangan dan strategi dekat dengan lingkungan,
Ø Memberikan landasan pelatihan bagi para majer strategis
Ø Lebih terfokus pada produk, pasar dan tanggapan cepat terhadap perubahan,
Ø Spesialisasi fungsional masih terpelihara pada masing-masaing divisi.
Ø Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan lambat
Ø Koordinasi antar bagian atau fungsi tidak terlalu baik
Ø Inovasi terbatas
Ø Pandangan terhadap sasaran agak terbatas, anggota organisasi cenderung hanya memperhatikan
Ø Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggungjawab
Ø Sulit untuk menilai prestasi kerja
Ø Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antarfungsi
Ø Menambah biaya karena adanya duplikasi karyawan, operasi, dan investasi
Ø Kompetisi disfungsional antardivisi bisa mengurangi kinerja perusahaan secara keseluruhan
Ø Kesulitan dalam mempertahankan citra perusahaan
Ø Terlalu menekankan pada kinerja jangka pendek

IV.            DEFINISI ACTUATING
Actuating (pengarahan) adalah fungsi management yang berhubungan dengan kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau berkerjasama dan bekerja efektif secara efisien, agar terwujudnya tujuan dari perusahaan, karyawan bahkan masyarakat. Dengan kata lain actuating adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan, karyawan bahkan masyarakat. Dengan kata lain actuating adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (planning) dan usaha pengorganisasian (organizing).

V.            DEFINISI MENGENDALIKAN (CONTROLLING)
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan, agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan, diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerja sama, pelaksanaan pekerjaan, dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.

VI.            LANGKAH-LANGKAH DALAM CONTROL
1.    Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk mengukur prestasi.
2.    Mengukur prestasi kerja.
3.    Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.
4.    Mengambil tindakan korektif

VII.            TIPE-TIPE CONTROL
a.    Pengawasan Pendahuluan (preliminary control)
b.    Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
c.    Pengawasan Feed Back (feed back control)

VIII.            CONTROL PROSES MANAGEMENT
A.           PERENCANAAN STRATEGI.
Perencanaan strategi adalah proses memutuskan program-program utama yang akan dilakukan suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa tahun yang akan datang.
B.            PENYUSUNAN ANGGARAN. 
Penyusunan anggaran adalah proses pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter untuk kurun waktu tertentu.
C.            PELAKSANAAN. 
Selama tahun anggaran, manajer melakukan program atau bagian dari program yang menjadi tanggungjawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya menunjukkan dapat menyediakan informasi tentang anggaran dan realisasinya baik itu informasi untuk mengukur kinerja keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun eksternal.
D.           EVALUASI KINERJA. 
Pestasi kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif tidaknya suatu pusat pertanggungjawaban menjalankan tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya.



E.     DAFTAR PUSTAKA
Umar, Husein. (2000). Business An Introduction. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Media.
M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Tangkilisan, Drs.Hessel Nogi S. (2005). Manajemen Publik. Jakarta: PT. Grasindo.
Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995


Selasa, 11 Oktober 2016

SOFTSKILLS : PSIKOLOGI MANAJEMEN



SOFTSKILL : PSIKOLOGI MANAJEMEN
A.    PENGERTIAN MANAJEMEN
Kata manajemen berasal dari bahasa inggris, "Manage" yang memiliki arti mengelola/mengurus, mengendalikan, mengusahakan dan juga memimpin.
Manajemen adalah skill atau kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu untuk kita. Manajemen memiliki kaitan yang sangat erat dengan leader atau pemimpin. Sebab pemimpin yang sebenanrnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk menjadikan orang lain lebih dihargai, sehinnga orang lain akan melakukan segala keinginan sang leader.
Manajemen menurut para ahli adalah:
Mary Parker F.
Pengertian manajemen adalah sebagai suatu seni, tiap tiap pekerjaan bisa diselesaikan dengan orang lain.
George R. Terry
Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.
Koontz
Manajemen adalah suatu seni yang produktif yang didasarkan pada suatu pemahaman ilmu.
Stoner
Ilmu Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan."
Wilson
Manajemen adalah sebagai sebuah rangkaian tindakan yang dilakukan oleh para anggota organisasi dalam upaya mencapai sasaran organisasi. Proses merupakan suatu rangkaian aktivitas yang dijalankan dengan sistematis."
Oey Liang Lee
Arti Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan serta pengendalian (pengawasan) dari sumber daya perusahaan dalam upaya mencapai tujuan yang diinginkan."
Lawrance A Appley
Manajemen adalah sebuah seni dalam mencapai tujuan yang diinginkan yang dilakukan dengan usaha orang yang lain."

B.     PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan Adalah kemampuan yang dipunyai seseorang untuk memepengaruhi orang-orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran. Kepemimpinan itu adalah suatu proses dimana pimpinan digambarkan akan memberi perintah atau pengarahan, bimbingan atau mempengaruhi pekerjaan orang lain dalam memilih dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang leadership dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Leadership tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara  berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

C.    PENGERTIAN PERENCANAAN
Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen menjelaskan bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan adalah dengan membuat perencanaan.
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut: Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi (perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi (tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara menyeluruh.

D.    LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYUSUN PERENCANAAN
Ø  Merumuskan Misi dan Tujuan.
Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan, sasaran-sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.
Ø  Memahami Keadaan Saat ini.
Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.
Ø  Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan.
Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
Ø  Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai Tujuan.

E.     MANFAAT PERENCANAAN DALAM MANAGEMENT
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a)      Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
b)     Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c)      Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d)     Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e)      Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f)       Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g)      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h)     Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i)       Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j)       Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k)     Menghemat waktu, usaha dan dana.

F.     PERENCANAAN DALAM ORGANISASI
Semua kegiatan manajerial didasarkan dengan rencana yang sudah ditetapkan. Rencana menentukan ke mana organisasi dan kegiatan-kegiatannya akan diarahkan. Ini berarti bahwa maksud dari tiap rencana dan semua rencana-rencana turunan adalah membantu pencapaian tujuan organisasi. Secara lebih spesifik pentingnya perencanaan dalam organisasi juga dapat dilihat dari keuntungan perencanaan sebagai berikut.
1.      Meningkatkan fokus dan fleksibilitas (focus and flexibility)
Suatu organisasi dengan fokus mengetahui apa yang terbaik dikerjakan, dan mengetahui bagaimana melayani mereka dengan baik. Suatu organisasi dengan fleksibilitas beroperasi secara dinamis dan dengan satu pengertian tentang masa depan.
2.      Meningkatkan koordinasi (coordination)
Ada banyak perbedaan subsistem dan kelompok dalam organisasi dan masing-masing memiliki berbagai tujuan pada tiap waktu tertentu. Tetapi tujuan itu semua menjadi seperangkat yang saling membantu satu sama lain karena tersusun secara hierarki. Membantu koordinasi pengambilan keputusan oleh manajer unit. Ini akan meminimasi tumpang tindih kegiatan dan membantu pemakaian biaya.
3.      Meningkatkan kontrol (control)
Kontrol manajerial meliputi pengukuran dan pengevaluasian hasil kinerja dan mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan. Perencanaan membantu membuat hal itu menjadi mungkin melalui penetapan tujuan dan identifikasi tindakan spesifik melalui mana hal itu diwujudkan.
4.      Memperbaiki manajemen waktu (time management)
Melalui keuntungan personal dari peningkatan fokus dan fleksibilitas, koordinasi, dan kontrol, perencanaan adalah satu bentuk dari manajemen waktu.

G.    DAFTAR PUSTAKA
ü  Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi Aksara: Jakarta), 2005, hal. 37
ü  Trisnawati Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8
ü  Kartono, Kartini. (1998). Pemimpin dan Kepemimpinan : Apakah Pemimpinan Abnormal Itu ? PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.