Selasa, 02 Januari 2018

Manfaat dan Pengaruh dalam Komunikasi Psikologi

Pengaruh Komunikasi dalam Psikologi

Komunikasi berperan besar dalam setiap kehidupan manusia termasuk perkembangan ilmu. Walaupun komunikasi dibangun dengan beragam disipilin ilmu, komunikasi juga turut membangun disiplin ilmu yang lain salah satunya psikologi. Psikologi dan komunikasi berelasi dengan cukup dekat. Melihat sejarah, penelitian komunikasi juga masuk ke dalam jurnal penelitian psikologi. Beberapa ahli psikologi yang meneliti fenomena komunikasi adalah Bandura, Hovland, Lasswell dan Lewis.
Hingga kini, kedua disiplin ilmu tersebut masih menunjukkan keterkaitannya. Salah satu pengertian komunikasi seperti yang tercantum dalam Dictionary of Behavioral Science adalah pesan pasien kepada pemberi terapi dalam psikoterapi (Rakhmat : 2001 : 4). Dalam dunia psikoterapi, untuk menunjang proses penyembuhan jiwa digunakan metode baru yaitu komunikasi terapeutik. Komunikasi terapeutik melihat bahwa sumber gangguan jiwa adalah gangguan komunikasi. Gangguan ini menyebabkan pasien tidak dapat mengekspresikan dirinya.

Manfaat Mempelajari Psikologi Komunikasi

Psikologi komunikasi merupakan ilmu yang wajib dikuasai dan dipahami oleh mereka yang mempelajari ilmu komunikasi. Komunikasi sebagai sebuah proses melibatkan beberapa komponen. Di sinilah psikologi komunikasi hadir mencoba menganalisa seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi, yaitu komunikator, pesan, penerimaan dan pengolahan pesan, komunikan yang mencakup karakteristik manusia komunikan dan media komunikasi.
Dengan memahami psikologi komunikasi, diharapkan dapat memperoleh berbagai manfaat, diantaranya :
  • Membantu menjadi komunikator yang memiliki kredibilitas.
  • Membantu menyampaikan pesan yang akurat.
  • Membantu memilih media yang tepat untuk menyampaikan pesan sesuai dengan konteks komunikasi.
  • Membantu untuk memahami komunikan dengan memperhatikan keanggotaan kelompok, proses seleksi, dan kecenderungan.

Pesan Psikologi

Pesan dalam Prespektif Psikologi

Dalam setiap proses komunikasi, pesan adalah bagian terpenting yang harus menjadi perhatian komunikator. Umumnya, pesan terdiri dari isi pesan dan lambang. Bahasa atau pesan paralingusitik adalah lambang yang paling sering dipakai dan memiliki fungsi yang sangat vital dalam komunikasi. Selain bahasa, cara lain yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan pesan adalah dengan isyarat atau pesan ekstralingustik.
Bahasa adalah sekumpulan smbol-simbol, huruf-huruf, atau kata-kata dengan makna yang berubah-ubah. Menurut Jalaludin Rakhmat dalam bukunya Psikologi Komunikasi (2001 : 269) menyatakan bahwa secara fungsional bahasa dapat diartikan sebagai “alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapan ide atau gagasan”.
Bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Sedangkan, secara formal bahasa semua kalimat yang terbayangkan yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa yang meliputi fonologi, sintaktis, dan semantik.

Untuk mampu menggunakan bahasa tertentu kita harus menguasai fonologi, sintaktis dan semantik Menurut George A. Miller, untuk mampu menggunakan bahasa tertentu kita harus menguasai fonologi (bunyi bahasa), sintaktis (cara pembentukan kalimat), leksikal (arti kata atau gabungan kata-kata), konseptual, dan kepercayaan terhadap yang kita dengar. Psikologi fokus pada konseptual serta kepercayaan terhadap apa yang kita dengar. Sebelum kita menyampaikan gagasan kita, penting dilakukan untuk menyamakan kerangka konseptual dan system kepercayan dengan komunikan.
Pesan yang akan kita sampaikan hendaknya memperhatikan hal-hal berikut, yaitu :
  • Hati-hati dengan abstraksi, yaitu  proses memilih unsur-unsur realitas untuk membedakannya dari hal lain. Abstraksi dapat menyebabkan cara penggunaan bahasa menjadi tidak cermat.
  • Perhatikan dimensi waktu karena bahasa bersifat statis dan realitas bersifat dinamis.
  • Jangan mengacaukan kata dengan rujukannya. Hal ini karena orang lain belum tentu menggunakan rujukan yang sama.
  • Jangan mengacaukan pengamatan dengan kesimpulan.
Selain pesan verbal, pesan non verbal juga turut menunjang penyampaian informasi. Menurut Mark L. Knapp dalam Rakhmat (2000: 287) menyatakan bahwa pesan non verbal memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut :
  • Repetisi atau pengulangan, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disampaikan.
  • Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal
  • Kontradiksi, yaitu menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal.
  • Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan non verbal
  • Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal
1. Organisasi Pesan
Organisasi pesan adalah rangkaian penyusunan pesan. Suatu pesan yang baik harus diorganisasikan dengan baik pula. Ada 6 macam organisasi pesan (Rakhmat, 2000 : 295), yaitu :
  • Deduktif : gagasan utama – penjelasan – keterangan – kesimpulan – bukti
  • Induktif : rincian informasi – kesimpulan
  • Kronologis : pesan disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa
  • Logis : pesan disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa
  • Spasial : pesan disusun berdasarkan tempat
  • Topikal : pesan disusun berdasarkan topic pembicaraan
Dalam psikologi komunikasi, terdapat 5 langkah dalam penyusunan pesan, yaitu :
  • Attention – perhatian
  • Need – kebutuhan
  • Satisfaction – pemuasan
  • Visualization – visualisasi
  • Action – tindakan

2. Imbauan pesan
Informasi yang ditujukan untuk mempengaruhi orang lain harus menyentuh motif. Motif tersebut menggerakkan atau mendorong perilaku komunikan. Terdiri atas
  • ImbauanRasional, meyakinkan orang lain melalui pendekatan logis atau bukti-bukti.
  • Imbauan Emosional, Beberapa pernyataan menggunakan bahasa yang menyentuh emosi komunikan.
  • Imbauan Takut, Pesan yang mencemaskan komunikan.
  • Imbauan Ganjaran, Rujukan yang memberi janji kepada komunikan untuk melakukan sesuatu yang di inginkan komunikator.
  • Imbauan Motivasional, Motif yang bertujuan menyentuh kondisi intern dalam diri manusia
3. Proses Penyampaian Pesan
Komunikasi merupakan proses pengiriman pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan. Kemudian, komunikator sebagai pengirim pesan mendapat rangsangan atau stimulus dari luar dirinya atau atau dari dalam dirinya. Pesan dikemas (encoding) sedemikian rupa sesuai dengan kondisi komunikan agar dapat dipahami. Encoding dapat berbentuk verbal maupun nonverbal. Pesan yang mengalami encoding kemudian dikirimkan melalui media. Lalu, pesan diolah oleh decoder yang bisa berupa mesin atau manusia. Kemudian, setelah pesan di-decoding, pesan dikirimkan kepada komunikan. Komunikan dapat memberikan respon yang disebut dengan feedback.
4. Pembentukan Persepsi
Persepsi adalah proses memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru (Rakhmat, 2001 : 51). Persepsi adalah pernyataan atau pemikiran berdasarkan pengalaman. Pengalaman tersebut bisa tentang obyek, peristiwa, juga hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif dalam Psikologi Komunikasi

Apabila individu-individu berinteraksi dan saling mempengaruhi, maka terjadi beberapa hal yaitu proses belajar (meliputi aspek kognitif dan afektif), proses penyampaian serta penerimaan lambang-lambang. Kemudian, adanya mekanisme penyesuaian diri seperti sosialisasi, permainan peranan, identifikasi, proyeksi, agresi, dan lain sebagainya.
Komunikasi berperan dalam membentuk kepribadian kita. Hubungan dengan orang lain akan mempengaruhi kualitas hidup kita. Bila pesan yang kita sampaikan tidak dipahami dengan baik oleh orang lain, maka dapat dikatakan komunikasi yang kita lakukan mengalami kegagalan atau tidak efektif. Stewart L. Tubs dan Sylvia Moss (1974) dalam Rakhmat (2001 : 13) menyatakan bahwa komunikasi yang efektif paling tidak menimbulkan 5 hal, yaitu : pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.
• Pengertian – Penerimaan yang tepat dari konten stimuli seperti yang disampaikan oleh komunikator.
• Kesenangan – Komunikasi yang dilakukan untuk menimbulkan kesenangan atau phatic communication.
• Mempengaruhi sikap – Komunikasi ditujukan untuk mempengaruhi orang lain. Salah satu cara agar kita dapat mempengaruhi sikap orang lain adalah dengan menggunakan komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang psikologi komunikator, psikologi pesan, dan psikologi komunikan.
• Hubungan sosial yang baik – Komunikasi bertujuan untuk mempererat hubungan sosial yang baik. Sebagai makhluk sosial, kebutuhan sosial menjadi kebutuhan yang paling utama manusia. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi, pengendalian dan kekuasaan, dan cinta dan kasih sayang (William Schutz, 1966 dalam Rakhmat, 2001 : 14)
• Tindakan – Persuasi ditujukan untuk mengeluarkan tindakan yang diinginkan. Efektivitas komunikasi diukur dari tindakan nyata yang dilakukan oleh komunikan.

Bentuk Komunikasi

Bentuk Komunikasi

Ilmu komunikasi adalah ilmu terapan. Sadar atau tidak, manusia selalu berkomunikasi dalam setiap aspek kehidupannya. Dalam pengantar ilmu komunikasi, digambarkan secara lebih sederhana mengenai bentuk-bentuk komunikasi yang telah kita kenal selama ini. Namun, bentuk komunikasi yang digambarkan berikut ini tidak merujuk ke sana. Bentuk komunikasi berikut menekankan pada konteks psikologi dalam suatu proses komunikasi.
Hal ini karena berbagai penelitian psikologi dan komunikasi yang telah dilakukan memperlihatkan adanya keterkaitan di antara keduanya. Hal ini merujuk adanya kesamaan pada tiga macam bentuk proses komunikasi dalam konteks kerangka bangunan kognitif manusia. Ketiga bentuk proses komunikasi tersebut adalah :
1. Interaksi Interpersonal Tatap Muka (face to face interpersonal interaction)
Dalam suatu komunikasi interpersonal terjadi pertukaran informasi baik verbal maupun non verbal. Proses pertukaran informasi yang dilakukan melalalui interaksi sosial melalui verbal maupun non verbal telah menjadi fokus penelitian komunikasi sejak tahun 1950. Salah satu ilmuwan yang meneliti mengenai hal ini adalah Adam Kendon (1970) melalui teori adalah interactional synchrony.
Gagasan teori ini adalah bahwa perilaku verbal dan nonverbal yang rumit terikat satu sama lain baik dalam diri individu tersebut maupun individu lainnya. Intinya, kerangka psikologi beserta modelnya telah memungkinkan peneliti komunikasi untuk menghasilkan gambaran yang rinci mengenai dan membentuk suatu prediksi yang lebih spesifik bagaimana manusia melakukan pertukaran informasi baik verbal maupun non verbal dengan manusia yang lain.
2. Interaksi Interpersonal Bermedia
Ketika sekelompok kecil orang berinteraksi satu sama lain secara real time dengan menggunakan berbagai jenis media (misalnya, telepon, komputer, dan video conferencing), terjadi proses interaksi tatap muka. Kemudian interaksi tersebut digabungkan dengan berbagai faktor yang rumit dan unik. Contoh penelitian mengenai hal ini adalah computer-mediated communication (CMC) di mana dua orang menggunakan teknologi berbasis komputer untuk melakukan interaksi. Dasar teori ini adalah face to face communication.
Ketika orang menggunakan media untuk melakukan interaksi interpersonal, mereka menggabungkan proses yang terjadi dalam interaksi interpersonal secara langsung dengan memanfaatkan berbagai macam perangkat teknologi. Dengan demikian, model aditif pengolahan psikologis dapat bekerja sebagai kerangka kerja untuk dapat memahami bentuk komunikasi interpersonal bermedia.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah proses penyebaran informasi yang dilakukan oleh organisasi (surat kabar, film, atau tv) dengan menggunakan teknologi media tertentu. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, jarak antara organisasi besar dan khalayak yang luas semakin kecil. Kini, semua orang dapat terlibat dalam proses komunikasi massa, misalnya dengan adanya konsep citizen journalism. Teknologi komunikasi telah mengubah cara pandang kita terhadap komunikasi secara umum seperti dialog, diseminasi, dan kombinasi keduanya.
Dari perspektif proses psikologis, salah satu pendekatan komunikasi massa adalah kombinasi antara tatap muka dan interaksi intrepersonal bermedia. Bukti nyata dari fenomena ini adalah lahirnya teori kultivasi yang dicetus oleh George Gerbner. Teori kultivasi sebagaimana telah diuraikan sebelumnya mengilustrasikan aspek-aspek proses psikologi ke dalam komunikasi.

Bentuk Komunikasi

Ilmu komunikasi adalah ilmu terapan. Sadar atau tidak, manusia selalu berkomunikasi dalam setiap aspek kehidupannya. Dalam pengantar ilmu komunikasi, digambarkan secara lebih sederhana mengenai bentuk-bentuk komunikasi yang telah kita kenal selama ini. Namun, bentuk komunikasi yang digambarkan berikut ini tidak merujuk ke sana. Bentuk komunikasi berikut menekankan pada konteks psikologi dalam suatu proses komunikasi.
Hal ini karena berbagai penelitian psikologi dan komunikasi yang telah dilakukan memperlihatkan adanya keterkaitan di antara keduanya. Hal ini merujuk adanya kesamaan pada tiga macam bentuk proses komunikasi dalam konteks kerangka bangunan kognitif manusia. Ketiga bentuk proses komunikasi tersebut adalah :
1. Interaksi Interpersonal Tatap Muka (face to face interpersonal interaction)
Dalam suatu komunikasi interpersonal terjadi pertukaran informasi baik verbal maupun non verbal. Proses pertukaran informasi yang dilakukan melalalui interaksi sosial melalui verbal maupun non verbal telah menjadi fokus penelitian komunikasi sejak tahun 1950. Salah satu ilmuwan yang meneliti mengenai hal ini adalah Adam Kendon (1970) melalui teori adalah interactional synchrony.
Gagasan teori ini adalah bahwa perilaku verbal dan nonverbal yang rumit terikat satu sama lain baik dalam diri individu tersebut maupun individu lainnya. Intinya, kerangka psikologi beserta modelnya telah memungkinkan peneliti komunikasi untuk menghasilkan gambaran yang rinci mengenai dan membentuk suatu prediksi yang lebih spesifik bagaimana manusia melakukan pertukaran informasi baik verbal maupun non verbal dengan manusia yang lain.
2. Interaksi Interpersonal Bermedia
Ketika sekelompok kecil orang berinteraksi satu sama lain secara real time dengan menggunakan berbagai jenis media (misalnya, telepon, komputer, dan video conferencing), terjadi proses interaksi tatap muka. Kemudian interaksi tersebut digabungkan dengan berbagai faktor yang rumit dan unik. Contoh penelitian mengenai hal ini adalah computer-mediated communication (CMC) di mana dua orang menggunakan teknologi berbasis komputer untuk melakukan interaksi. Dasar teori ini adalah face to face communication.
Ketika orang menggunakan media untuk melakukan interaksi interpersonal, mereka menggabungkan proses yang terjadi dalam interaksi interpersonal secara langsung dengan memanfaatkan berbagai macam perangkat teknologi. Dengan demikian, model aditif pengolahan psikologis dapat bekerja sebagai kerangka kerja untuk dapat memahami bentuk komunikasi interpersonal bermedia.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah proses penyebaran informasi yang dilakukan oleh organisasi (surat kabar, film, atau tv) dengan menggunakan teknologi media tertentu. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, jarak antara organisasi besar dan khalayak yang luas semakin kecil. Kini, semua orang dapat terlibat dalam proses komunikasi massa, misalnya dengan adanya konsep citizen journalism. Teknologi komunikasi telah mengubah cara pandang kita terhadap komunikasi secara umum seperti dialog, diseminasi, dan kombinasi keduanya.
Dari perspektif proses psikologis, salah satu pendekatan komunikasi massa adalah kombinasi antara tatap muka dan interaksi intrepersonal bermedia. Bukti nyata dari fenomena ini adalah lahirnya teori kultivasi yang dicetus oleh George Gerbner. Teori kultivasi sebagaimana telah diuraikan sebelumnya mengilustrasikan aspek-aspek proses psikologi ke dalam komunikasi.

Komunikasi Efektif dalam Psikologi Komunikasi

Apabila individu-individu berinteraksi dan saling mempengaruhi, maka terjadi beberapa hal yaitu proses belajar (meliputi aspek kognitif dan afektif), proses penyampaian serta penerimaan lambang-lambang. Kemudian, adanya mekanisme penyesuaian diri seperti sosialisasi, permainan peranan, identifikasi, proyeksi, agresi, dan lain sebagainya.
Komunikasi berperan dalam membentuk kepribadian kita. Hubungan dengan orang lain akan mempengaruhi kualitas hidup kita. Bila pesan yang kita sampaikan tidak dipahami dengan baik oleh orang lain, maka dapat dikatakan komunikasi yang kita lakukan mengalami kegagalan atau tidak efektif. Stewart L. Tubs dan Sylvia Moss (1974) dalam Rakhmat (2001 : 13) menyatakan bahwa komunikasi yang efektif paling tidak menimbulkan 5 hal, yaitu : pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.
• Pengertian – Penerimaan yang tepat dari konten stimuli seperti yang disampaikan oleh komunikator.
• Kesenangan – Komunikasi yang dilakukan untuk menimbulkan kesenangan atau phatic communication.
• Mempengaruhi sikap – Komunikasi ditujukan untuk mempengaruhi orang lain. Salah satu cara agar kita dapat mempengaruhi sikap orang lain adalah dengan menggunakan komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif memerlukan pemahaman tentang psikologi komunikator, psikologi pesan, dan psikologi komunikan.
• Hubungan sosial yang baik – Komunikasi bertujuan untuk mempererat hubungan sosial yang baik. Sebagai makhluk sosial, kebutuhan sosial menjadi kebutuhan yang paling utama manusia. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain dalam hal interaksi dan asosiasi, pengendalian dan kekuasaan, dan cinta dan kasih sayang (William Schutz, 1966 dalam Rakhmat, 2001 : 14)
• Tindakan – Persuasi ditujukan untuk mengeluarkan tindakan yang diinginkan. Efektivitas komunikasi diukur dari tindakan nyata yang dilakukan oleh komunikan.

Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi

Dalam psikologi, komunikasi memiliki makna yang luas yang mencakup penyampaian energi, gelombang suara, tanda di antara tempat, sistem atau organisme. Intinya, psikologi menyebut komunikasi pada penyampaian energi dari alat indera ke otak, peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi, proses saling pengaruh di antara berbagai kinerja dalam diri organisme dan di antara organisme.
Psikologi tidak membicarakan komunikasi secara umum, melainkan membahas karakteristik manusia dan aspek biologis dalam diri manusia yang melakukan komunikasi. Psikologi memeriksa seluruh komponen yang terlibat dalam proses komunikasi. Di antaranya komunikator, pesan, penerimaan dan pengolahan pesan. Dan juga komunikan yang mencakup karakteristik manusia komunikan dan media komunikasi.
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari komunikasi, memiliki beberapa ciri khas pendekatan yang berbeda dengan disiplin ilmu yang juga mempelajari komunikasi. Fisher (1978) dalam Rakhmat (2001 : 9) menguraikan 4 ciri pendekatan psikologi komunikasi, yaitu :
1. Penerimaan stimuli secara inderawi atau sensory reception of stimuli – Psikologi melihat komunikasi diawali dengan penerimaan data oleh indera – indera manusia.
2. Proses Stimuli atau internal mediation of stimuli – Stimuli yang mempengaruhi kita kemudian diolah dalam jiwa.
3. Prediksi Respon atau prediction of response – Psikologi komunikasi menelaah bagaimana pengalaman yang terjadi pada masa lalu dapat mempengaruhi respon yang akan datang. Dari sinilah timbul pengaruh dari kenangan dan pengalaman yang merupakan jembatan antara  masa lalu dan sekarang. Salah satu unsur sejarah respon adalah peneguhan.
4. Peneguhan Respon atau reinforcement of reponses – Peneguhan adalah respon lingkungan atau orang lain pada respon organisme yang asli. Peneguhan inilah yang disebut dengan feedback atau umpan balik oleh Bergera dan Lambert.
Komunikasi sangat vital dalam menumbuhkembangkan kepribadian manusia. Berbicara mengenai komunikasi tidak akan pernah terlepas dari perilaku serta pengalaman kesadaran manusia. Sejarah panjang penelitian fenomena komunikasi memperlihatkan keterkaitan yang erat antara psikologi dan komunikasi. Tidak sedikit ahli psikologi aliran behaviorisme yang menelaah komunikasi lebih dalam.
Dalam kacamata psikologi, komunikasi dipandang sebagai perilaku. Baik itu bersifat manusiawi, menarik, serta melibatkan banyak orang di berbagai situasi. Psikologi secara tajam mengupas “diri” kita sebagai pelaku komunikasi dan komponen komunikasi lainnya. Penyatuan keduanya melahirkan psikologi komunikasi yang berusaha untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksi bagaimana pikiran, perasaan, dan tindakan manusia dipengaruhi oleh manusia lainnya.
Psikologi Komunikasi Menurut Para Ahli
Interaksi sosial dapat terjadi karena adanya kontak dan komunikasi. Dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah peristiwa sosial. Suatu peristiwa sosial yang coba dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologis akan menuntun kita pada pendekatan psikologi sosial. Psikologi komunikasi adalah bagian dari psikologi sosial. Dengan demikian, pendekatan psikologi sosial adalah juga pendekatan psikologi komunikasi.
Berikut adalah beberapa pengertian psikologi komunikasi (Rakhmat : 2001 : 9-10) :
1. George A. Miller (1974) : Psychology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral events.
2. E.A Ross : Psikologi sosial adalah ilmu yang berusaha memahami dan menguraikan keseragaman dalam perasaan, kepercayaan, atau kemauan dan tindakan yang diakibatkan oleh interaksi sosial.
3. Kauffman (1973) : Social psychology is an attempt to understand, explain and explain, and predict how the thoughts, feelings and actions of individuals are influenced by the perceived thoughts, feelings, and actions of others (whose presence may be actual, imagined, or implied).
Teori Psikologi Komunikasi
Psikologi telah lama menelaah efek media massa pada perilaku komunikan. Sistem komunikasi massa mempunyai karakteristik psikologis yang khas. Hal ini terlihat dalam pengendalian arus informasi. Kemudian adanya umpan balik, stimulasi alat indera, dan proporsi unsur isi dengan hubungan. Berikut adalah beberapa teori komunikasi yang mencoba untuk melihat efek komunikasi terhadap bertambahnya pengetahuan dan mempengaruhi sikap khalayak.

1. Teori Kultivasi (Cultivation Theory)

Teori yang dicetuskan oleh George Gerbner ini mengasumsikan bahwa media massa, khususnya televisi, merupakan media yang paling ampuh untuk menanamkan ideologi kepada khalayak. Teori kultivasi adalah teori yang berusaha untuk melakukan analisa terhadap akibat yang ditimbulkan dari penanaman ideologi ini.
Gerbner mencoba untuk mengembangkan konsep “mainstreaming” atau mengikuti arus. Hal ini dimaksudkan sebagai kesamaan diantara pemirsa berat pada berbagai kelompok demografis, dan perbedaan dari kesamaan itu pada pemirsa ringan (Rakhmat, 2001 : 250).

2. Teori Spiral Keheningan (The Spiral of Silence Theory)

Pertama kali digagas oleh Elisabeth Noelle-Neumann(1974). Spiral keheningan adalah istilah digunakan merujuk pada kecenderungan manusia untuk tetap diam. kecenderungan ini terlihat ketika mereka merasa bahwa pandangan mereka bertentangan dengan pandangan mayoritas.
Teori ini berpendapat bahwa mereka tetap diam karena terisolasi serta mendapat konsekuensi negatif. Konsekuensi ini datang dari kelompok atau masyarakat karena menyuarakan pendapat yang berbeda. Dalam teori ini juga dijelaskan bahwa saat manusia mengemukakan pendapat, mereka berusaha mengikuti pendapat mayoritas atau konsensus.
Media merupakan sumber informasi utama yang dapat membuat terjadinya konsensus. Apabila pendapat versi konsensus ini begitu massif tersebar dalam masyarakat melalui media massa, maka suara perorangan yang memiliki pendapat yang berbeda akan semakin diam.

3. Agenda Setting Theory

Pendekatan agenda setting dikembangkan oleh Maxwell E. Comb dan Donald E. Shaw. Fokus agenda settingadalah efek media massa terhadap pengetahuan. Menurut pendekatan ini, media massa memiliki pengaruh terhadap apa yang dipikirkan orang.
Kemudian disimpulkan bahwa media massa memilih informasi yang diinginkan serta dianggap penting untuk mempengaruhi khalayak tentang informasi.  Tujuannya adalah pembentukan persepsi oleh khalayak berdasarkan informasi yang diterima tentang suatu peristiwa.

4. Teori Peluru atau model jarum hipodermik (Bullet Theory)

Penggagas teori ini adalah Melvin DeFleur. Menurut teori ini, media menyajikan stimuli perkasa yang secara seragam diperhatikan oleh massa (DeFleur dalam Rakhmat, 2001 : 197). Teori ini mengasumsikan bahwa massa tidak memiliki kekuatan dalam menghadapi stimuli yang dikirim oleh media massa.
Teori ini dikenal dengan sebutan “teori peluru” atau model jamum hipodermis. Teori ini menganalogikan pesan komunikasi seperti obat yang disuntikkan dengan jarum ke bawah kulit pasien. Teori ini disebut juga dengan “the concept of powerful mass media” oleh Elisabeth Noelle-Neumann (1973).
Teori ini menunjukkan kekuatan media massa untuk mengarahkan dan membentuk perilaku khalayak. Dalam kerangka behaviorisme, media massa adalah factor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, operan, atau imitasi. Khalayak diangap sebagai kepala kosong yang siap menampung pesan komunikasi yang dicurahkan kepadanya.
5. Teori Kegunaan dan Kepuasan (Uses and Gratifications Theory) 
Pendekatan uses and gratification diungkapkan pertama kali oleh Elihu Katz. Pendekatan ini berpandangan bahwa khalayak sebagai komunikan berpartisipasi aktif sebagai bagian dari sistem komunikasi massa. partisipasi aktif dimaksudkan dalam menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, efek media massa diartikan sebagai situasi ketika kebutuhan tersebut terpenuhi.
Faktor-faktor personal juga mempengaruhi reaksi khalayak pada komunikasi massa. Faktor tersebut meliputi organisasi personal dari sisi psikologis individu diantaranya potensi biologis, nilai, kepercayaan, sikap, serta bidang pengalaman. Dan lainnya adalah kelompok-kelompok sosial dimana individu menjadi anggota juga hubungan-hubungan interpersonal pada proses penerimaan, pengelolaan, dan penyampaian informasi.
SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (S.I.P)
1.      SISTEM
       Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut. 
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari beberapa prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Pengertian lain dari sistem adalah kumpulan beberapa elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan sistem. Berikut definisi sistem menurut para ahli:
a. L. James Havery
Menurutnya sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
b. C.W. Churchman
Menurutnya sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang dikoordinasikan untuk melaksanakan seperangkat tujuan.
c. Murdick dan Ross
Sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainya untuk suatu tujuan bersama. 
d. Kamus Webster’s Unbriged 
Elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan atau organisasi. 
e. Scott (1996) 
Sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input) , pengolahan (processing) serta keluaran(output), dan ciri pokok sistem menurut Gapspert ada empat, yaitu sistem itu beroperasi dalam suatu lingkungan, terdiri atas unsur-unsur, ditandai dengan saling berhubungan dan mempunyai satu fungsi atau tujuan utama.
Dari beberapa definisi sistem menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan elemen-elemen yang didalamnya terdapat suatu interaksi dan mempunyai tujuan bersama.
·        Karakteristik Sistem
      a. Komponen/Elemen
Komponen dari suatu sistem dikenal sebagai subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batasan (Boundary)
            Daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau
dengan lingkungan luarnya.
c. Lingkungan luar (Environment)
             Segala sesuatu diluar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem
d. Penghubung sistem (Interface)
Suatu media yang menghubungkan antara suatu subsistem dengan subsistem lainnya. Media tersebut antara lain adalah Input atau masukan sistem yang berupa instruksi, data transaksi atau data non transaksi. Selain Input ada juga Output atau keluaran sistem yaitu hasil pemrosesan, dapat berupa keluaran berguna (informasi/produk) dan keluaran yang tidak berguna (limbah). Namun pada sistem informasi Output dapat berupa informasi, saran atau cetakan laporan.
e. Masukan sistem (input)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran sistem (Output)
            Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
g. Pengolah sistem (Process)
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
h. Sasaran Sistem        
            Suatu tujuan yang ingin dicapai oleh suatu sistem

2.      INFORMASI
   Kata informasi berasal dari kata Perancis kuno informacion (1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti garis besar, konsep atau ide-ide. Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Sumber informasi adalah data. Informasi diperoleh setelah data-data mentah diproses atau diolah.
Selain definisi di atas, beberapa ahli juga mencoba mendefinisiskan informasi. Berikut definisi sistem menurut para ahli:

a.       Raymon McLeod (1995)
Informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi penerimanya. Alat pengolah informasi dapat meliputi elemen computer, elemen non komputer atau kombinasinya.
b.      Abdul Kadir
Informasi merupakan data yang telah proses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan orang yang menggunakan data tersebut.
c.       Jogiyanto HM
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
d.      Joner Hasugian
Informasi adalah sebuah konsep yang universal dalam jumlah muatan yang besar, meliputi banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah  media.
e.       Kenneth C. Laudon
Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.
Fungsi Informasi
    Untuk mengurangi ketidakpastian didalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Selain itu, informasi juga berguna untuk memberikan suatu dasar kemungkinan untuk menanggapi seleksi kepada pengambilan keputusan. Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan, tetapi mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian untuk mengambil suatu keputusan yang baik (Moekijat,1991).

3.      SISTEM INFORMASI
Menurut para tokoh, sistem informasi adalah
a. Erwan Arbie, Sistem informasi merupakan sebuah sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan berbagai kebutuhan proses pengolahan transaksi harian, membantu & mendukung seluruh kegiatan operasi, bersifat manajerial dari suatu organisasi & membantu memperlancar penyediaan laporan yang dibutuhkan.
b. Tafri D. Muhyuzir, Sistem informasi merupakan sekumpulan data yang dikelompokkan dan diproses sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan informasi yang saling berkaitan dan saling mendukung hingga menjadi sebuah informasi yang bernilai bagi yang menerima.
c. O’Brien, sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang (people), perangkat keras (hardware). perangkat lunak (software), jaringan komputer dan komunikasi maupun basis data (database) yang mengumpulkan, merubah& menyebarkan sebuah informasi dalam suatu bentuk organisasi.
d. Menurut Mc leod, Sistem Informasi adalah sebuah sistem yang memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan mengelompokkan berbagai informasi dari semua sumber dan memakai berbagai media untuk menampilkan sebuah informasi.
e. Tata Sutabri, S.Kom. MM. Sistem Informasi merupakan suatu sistem yang berada didalam sebuah organisasi yang mempertemukan berbagai kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang sifatnya manajerial didalam kegiatan strategi dari sebuah organisasi agar bisa menyediakan kepda pihak-pihak tertentu diluar dengan bermacam-macam laporang yang dibutuhkan.
f. LeitchRosses, Sistem Informasi merupakan sebuah sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan segala kebutuhan pengelola transaksi harian, mendukung proses operasi,mempunyai sifat yang manajerial dan kegiatan strategi dari sebuah organisasi & menyediakan berbagai laporan yang dibutuhkan oleh pihak luar tertentu.
g. Lani Sidharta, Sistem Informasi merupakan sebuah sistem yang dibuat manusia yang isinya adalah himpunan terintegrasi dari berbagai komponen yang terkomputerisasi yang mempunyai tujuan untuk mengumpulkan data, mengolah data dan menghasilkan sebuah informasi untuk pengguna.

4.      PSIKOLOGI
    Psikologi berasal dari perkataan Yunani yaitu “psyche” yang artinya jiwa, dan “logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis (arti kata) psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya, maupun latar belakangnya. Dengan singkat di sebut ilmu jiwa. Beberapa ahli juga mendifinisikan psikologi sebagai berikut:
a.        Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
b.       Richard Mayer
Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
c.        Wilhem Wundt & E.B Titchener
Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya seperti perasaan panca indera, pikiran, merasa (feeling), dan kehendak.
d.      Allport
Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung.
Dari penjelasan psikologi diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian psikologi diatas menunjukkan beragamnya pendapat para ahli psikologi. Perbedaan tersebut bermuasal pada adanya perbedaan titik berangkat para ahli dalam mempelajari dan membahas kehidupan jiwa yang maha kompleks itu. Itulah sebabnya sehingga sangat sukar adanya satu rumusan pengertian psikologi yang disepakati oleh semua pihak.

Aliran-aliran psikologi
a.       Struktualisme
            Tokoh : Wilhelm Wundt. 
Tujuan dari aliran ini adalah untuk menemukan unit-unit atau elemen-elemen yang membangun pikiran. Metode yang membangun pikiran yang digunakan oleh ahli aliran ini untuk menemukan unit-unit dasar dari pikiran adalah instropeksi.
b.      Fungsionalisme
            Tokoh : John Dewey (1873–1954). 
Aliran ini menyatakan bahwa pikiran dan perilaku itu adaptive, yang berarti manusia dapat menyesuaikan lingkungan yang berubah. Itu berarti ahli psikologi dalam aliran ini mempelajari fungsi pikiran dan perilaku. 
c.       Psikoanalisis
            Tokoh : Sigmund Freud (1856-1938) . 
Aliran ini mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan merupakan hasil dari keinginan atau dorongan yang alam tidak sadar (unconscious).
d.      Psikologi gestalt
            Tokoh : Max Wertheirmer (1880 – 1943). 
Aliran ini menolak analisis dan penguraian jiwa ke dalam elemen-elemen yang lebih kecil karena dengan demikian, makna dari jiwa itu sendiri berubah sebab bentuk kesatuannya juga hilang. Menekankan pada fenomenologis dalam aktifitas mental namun tetap empiris.
e.       Behaviorisme
            Tokoh : John B. Watson (1879-1958). 
Aliran ini menekankan pada respon-respon yang dikondisikan serta menekankan pada perilaku yang dipelajari dibandingkan dengan perilaku yang tidak dipelajari.

5.      SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
    Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi-informasi yang berkaitan dengan ilmu psikologi yang dapat dijadikan untuk meningkatkan penguna dalam pengambilan suatu keputusan terhadap penelitian, perencana, dan pengelolaan. Contoh dari sistem informasi psikologi yang berbasis komputer adalah situs theinkblot.com. Pada situs ini, terdapat penyajian tes Rorschach online. Psikologi sendiri berbicara tentang manusia. jika digabungkan, sistem informasi psikologi mencangkup : Hardware, Software, People, Procedurs , Data dan manusia. Hardware dan software sebagai mesin sedangkan prosedur dan manusia sebagai pelaku, Dan data berfungsi sebagai jembatan dari keduanya. Sistem informasi bisa dimanfaatkan oleh pelaku psikologi untuk membantu mereka saat penghitungan skor dalam beberapa tes psikologi.