Nama
: Qonitha Aulia Fadhilah
NPM
: 18514647
Kelas
: 2PA09
I.
DEFINISI PENGORGANISASIAN
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam
Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan
struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan
lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur
organisasi.
Pengorganisasian (Organizing) adalah suatu langkah
untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan yang di
pandang. Seperti bentuk fisik yang tepat bagi suatu ruangan kerja administrasi,
ruangan laboratorium, serta penetapan tugas dan wewenang seseorang
pendelegasian wewenang dan seterusnya dalam rangka untuk mencapai tujuan.\
II.
STRUKTUR ORGANISASI : FORMAL & INFORMAL
Struktur organisasi adalah susunan yang terdiri dari
fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara fisik struktur organisasi dapat
dinyatakan dalam bentuk bagan (grafik) yang memperlihatkan hubungan unit kerja
dan jalur-jalur wewenang yang ada Struktur organisasi merupakan kelanjutan dari
dua bentuk pola organisasi.
a.
Formal
Adalah
organisasi yang didefinisikan oleh struktur pengorganisasian dengan penentuan
tugas berdasarkan penunjukan penugasan kerja. Dan biasanya terdiri dari
kumpulan dua orang atau lebih yang meningkatkan diri dengan suatu tujuan
bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.
b.
Informal
adalah organisasi
yang tidak berstruktut formal maupun secara organisasional, organisasi ini
terbentuk secara alami dalam lingkungan kerja yang timbul sebagai respon
terhadap kebutuhan akan kontak sosial. Dan biasanya terdiri dari kumpulan dua
orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktivitas serta tujuan bersama yang
tidak disadari.
III.
MANFAAT & KERUGIAN STRUKTUR FUNGSIONAL DAN
DIVISIONAL
Manfaat
|
Kerugian
|
||
Fungsional
|
Divisional
|
Fungsional
|
Divisional
|
Ø
Mempergunaka sumberdaya khusus secara efisien
Ø
Supervisi dapat dilakukan lebihh mudah
Ø
Mengembangkan keahliann fungsional,
Ø
Mudah memobilisasi ketrampilan khusus,
Ø
Memelihara kendali terpusat atas keputusan
strategis,
Ø
Berkaitan erat dengan strategi melalui
kegiatan kunci sebagai unit terpisah.
|
Ø
Perkerjaan keseluruhan lebih mudah
dikoordinasikan prestasi kerja tinggi dapat dipertahankan,
Ø
Keputusan lebih cepat,
Ø
Lebih mudah untuk menilai prestasi kerja,
Ø
Pengembangan dan strategi dekat dengan
lingkungan,
Ø
Memberikan landasan pelatihan bagi para majer
strategis
Ø
Lebih terfokus pada produk, pasar dan
tanggapan cepat terhadap perubahan,
Ø
Spesialisasi fungsional masih terpelihara pada
masing-masaing divisi.
|
Ø
Respon organisasi terhadap perubahan kondisi
lingkungan lambat
Ø
Koordinasi antar bagian atau fungsi tidak
terlalu baik
Ø
Inovasi terbatas
Ø
Pandangan terhadap sasaran agak terbatas,
anggota organisasi cenderung hanya memperhatikan
Ø
Sulit untuk menentukan mana yang harus
bertanggungjawab
Ø
Sulit untuk menilai prestasi kerja
Ø
Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya
konflik antarfungsi
|
Ø Menambah
biaya karena adanya duplikasi karyawan, operasi, dan investasi
Ø Kompetisi
disfungsional antardivisi bisa mengurangi kinerja perusahaan secara
keseluruhan
Ø Kesulitan
dalam mempertahankan citra perusahaan
Ø Terlalu
menekankan pada kinerja jangka pendek
|
IV.
DEFINISI ACTUATING
Actuating (pengarahan) adalah fungsi management yang berhubungan
dengan kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau berkerjasama dan bekerja
efektif secara efisien, agar terwujudnya tujuan dari perusahaan, karyawan bahkan
masyarakat. Dengan kata lain actuating adalah suatu usaha yang dilakukan untuk
mencapai tujuan perusahaan, karyawan bahkan masyarakat. Dengan kata lain actuating adalah suatu usaha yang
dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan dengan berpedoman pada perencanaan (planning) dan usaha pengorganisasian (organizing).
V.
DEFINISI MENGENDALIKAN (CONTROLLING)
Pengendalian (controlling) adalah kegiatan
mengendalikan semua karyawan, agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan
bekerja sesuai dengan rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan,
diadakan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan
meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerja sama, pelaksanaan pekerjaan,
dan menjaga situasi lingkungan pekerjaan.
VI.
LANGKAH-LANGKAH DALAM CONTROL
1.
Menentukan standar dan metode yang digunakan untuk
mengukur prestasi.
2.
Mengukur prestasi kerja.
3.
Menganalisis apakah prestasi kerja memenuhi syarat.
4.
Mengambil
tindakan korektif
VII.
TIPE-TIPE CONTROL
a.
Pengawasan Pendahuluan (preliminary control)
b.
Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent
control)
c.
Pengawasan Feed Back (feed back control)
VIII.
CONTROL PROSES MANAGEMENT
A.
PERENCANAAN STRATEGI.
Perencanaan
strategi adalah proses memutuskan program-program utama yang akan dilakukan
suatu organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah sumber
daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program jangka panjang beberapa
tahun yang akan datang.
B.
PENYUSUNAN ANGGARAN.
Penyusunan
anggaran adalah proses pengoperasian rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,
biasanya dalam unit moneter untuk kurun waktu tertentu.
C.
PELAKSANAAN.
Selama tahun anggaran, manajer melakukan program atau bagian dari program
yang menjadi tanggungjawabnya. Laporan yang dibuat hendaknya menunjukkan dapat
menyediakan informasi tentang anggaran dan realisasinya baik itu informasi
untuk mengukur kinerja keuangan maupun nonkeuangan, informasi internal maupun
eksternal.
D.
EVALUASI KINERJA.
Pestasi
kerja bisa dilihat dari efisien atau efektif tidaknya suatu pusat
pertanggungjawaban menjalankan tugasnya. Evaluasi dilakukan dengan
membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
E.
DAFTAR PUSTAKA
Umar, Husein. (2000). Business An Introduction. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Media.
M.Ag, Badrudin.
(2013). Dasar-Dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.
Hasibuan, Malayu S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
M.Ag, Badrudin. (2013). Dasar-Dasar Manajemen.
Bandung: Alfabeta.
Tangkilisan, Drs.Hessel Nogi S. (2005). Manajemen
Publik. Jakarta: PT. Grasindo.
Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc,
Englewood Cliffs, 1995