BELAJAR MENGGUNAKAN MUSIK
Musik merupakan salah satu seni yang
menggunakan olah vocal, melodi, harmoni, ritme, dan tempo sebagai sarana
mengekspresikan perasaan atau emosi penciptannya. Seni music saat ini telah
menjadi salah satu hiburan terpopuler seiring dengan perkembangaan teknologi
dan informasi. Kini dalam penggunaannya music tidak hanya digunakan hanya
sebagai hiburan tertentu saja. Music juga digunakan dalam berbagai bidang
karena dengan seni yang menggabungkan not-not balok ini banyak sekali manfaat
yang dapat diambil.
Dalam tujuannya music bukan hanya
sekedar menghibur atau penenang dari timbulnya rasa bosan. Beberapa ahli
pendidikan seperti guru juga sering menggunakan music sebagai media penghantar
materi pembelajaran dari guru ke anak didik.
Jika kita bicara manfaat dari music,
maka akan banyak kita temui. Antara lain manfaat music bagi kesehatan dan otak
sebagai berikut :
·
Meningkatkan
mood atau suasana hati.
Otak sangat rumit – dan ada banyak sekali unsur yang
bisa ikut menciptakan perasaan senang atau bahagia – dan tidak mengherankan
jika penelitian menunjukkan adanya pelepasan dopamin, yang berhubungan dengan
perasaan senang karena mendengarkan musik.
·
Membantu lebih
focus.
Jika kita merasa cemas atau stres, kita bisa
mendorong korteks serebral diotak untuk menghasilkan gelombang frekuensi alpha
yang lambat. Sementara di ujung skala lain, jika kita membantu korteks untuk
menghasilkan gelombang beta cepat, kita akan lebih siap untuk berkonsentrasi
dan memusatkan perhatian kita pada tugas yang cukup panjang.
·
Kemampuan
berjalan lebih lama
Sebuah studi di Brunel University di London Barat
telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan
tubuh sebanyak 15 persen, membantu menurunkan persepsi usaha selama olahraga,
serta meningkatkan efisiensi energi hingga satu atau tiga persen.
·
Kesehatan
mental yang lebih baik
Seseorang sangat mungkin untuk menggunakan musik
untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat mereka ungkapkan dengan
kata-kata. Hal ini juga bisa bertindak sebagai stimulus untuk membangkitkan
kenangan lama yang telah terkubur atau untuk membangkitkan tanggapan emosional
yang mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu untuk bisa disampaikan.
·
Melepaskan stress
Hampir sepertiga dari orang yang mendengarkan musik
bertujuan untuk memberikan dorongan suasana hati yang berhubungan dengan
pekerjaan. Dan hampir satu dari empat orang mengatakan, bahwa dengan
mendengarkan musik ketika dalam perjalanan ke tempat kerja telah membantu
mereka menghilangkan stres. Musik bisa menjadi penyemangat yang bagus ketika
Kita merasa merasa stres.
·
Berdampak
positif terhadap pasien
Musik bisa sangat berguna bagi seseorang yang berada
dalam keadaan, di mana mereka telah kehilangan banyak kontrol terhadap
lingkungan diluar mereka – misalnya mereka yang harus berada di rumah sakit
untuk jangka waktu yang lama karena penyakit yang serius dan kurang bisa
bergerak. Hal ini dapat memberikan rasa mengontrol kembali, serta menciptakan
suasana pribadi yang tenang, dan menghalangi beberapa gangguan di sekitar
pasien.
·
Apa jenis
musiknya ?
Pengaruh jenis musik yang berbeda terhadap suasana
hati akan sangat tergantung pada preferensi individu dan kebiasaan. Jika Anda
tumbuh dengan musik rock, maka Anda tidak mungkin bisa mendengarkan musik
klasik. Dan bagi orang yang tidak tahan mendengarkan musik rock, musik jenis
lain mungkin yang akan bisa membangkitkan mereka.
Pada
awalnya banyak sekali orang yang menduga bahwa music tidak berkontibursi dalam
membangun karakter kepribadian pada anak, membantu anak belajar materi
akademik, dll. Namaun, pada kenyataan sekarang sudah banyak tenaga pendidik
sekolah dasar yang menggunakan atau memasukan bahan materi akademik atau
pembelajaran yang perlu kemampuan daya ingat yang tinggi dimasukan kedalam nit
not balok. Prakteknya dengan mengubah lirik dalam lagu menjadi materi
pembelajaran namun tetap pada music atau irama yang sama.
Menurut sejarahnya, musik telah
digunakan sejak jaman Yunani untuk kepentingan penyembuhan, komunikasi,
relaksasi dan kesenangan (baca: hiburan). Bahkan sebelum lahir, kita sadar akan
detak jantung ibu dan pada masa kecil kita merasa tenang sekali ketika
dinyanyikan lagu nina bobo. Setiap hari kita sering mendengar bunyi atau
ritme dan bahkan bunyi tersebut dapat kita temukan di alam bebas seperti
nyanyian burung yang sedang berkicau.
Musik bagaikan sebuah kekuatan, yang dapat menciptakan
emosi manusia, misalnya musik dimainkan untuk kebahagiaan pada acara
pernikahan, musik dimainkan untuk rasa takut pada film horor dan musik
dimainkan untuk terapi sehingga tercipta suasana relaksasi, berkurangnya rasa
stress, dengan demikian mental manusia menjadi sehat.
Selain pemaparan di atas, ternyata musik juga dapat
menyeimbangkan otak manusia, yakni otak kiri dan otak kanan. Sehingga
diharapkan dalam menentukan sikap maupun keputusan terhadap suatu masalah yang
dijumpai, manusia tidak hanya menggunakan logika saja, melainkan diimbangi
dengan perasaan agar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.
Berdasarkan asumsi itulah, maka musik dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah
umum. Dengan dimasukkannya musik ke dalam kurikulum sekolah, maka
pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk.
Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka tujuan pembelajaran musik tidak
mengharapkan siswa pandai menyanyi dan pandai memainkan alat musik, tetapi
musik dijadikan sarana ekspresi, imajinasi, kreativitas dan apresiasi karya
musik.
Berikut beberapa hasil penelitian yang penulis rangkum
dari Bulletin of the Council for Research in Music Education, diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan
musik/pendidikan seni, memudahkan perkembangan anak dalam bahasa dan kecepatan
membaca.
2. aktivitas
bermusik/berkesenian sangat bernilai bagi pengalaman anak dalam berekspresi dan
lain-lain.
3. aktivitas
bermusik/berkesenian membantu perkembangan sikap positif terhadap sekolah dan
mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah.
4. keterlibatan
dalam kegiatan bermusik/berkesenian secara langsung mempertinggi perkembangan
kreativitas.
5. Pendidikan
musik/pendidikan seni memudahkan perkembangan sosial, penyesuain diri, dan
perkembangan intelektual.
Musik
dalam proses belajar mengajar dapat memberikan pengaruh positif kepada
pembelajar. Musik dapat menjadikan Pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak
membosankan.
Penggunaan
musik dalam proses belajar mengajar juga dapat memberikan
keseimbangan antara otak kanan dengan otak kiri. Hal inilah yang akan membuat
pembelajar mampu mengerahkan seluruh pikiran mereka untuk belajar.
Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, diharapkan agar unsur musik
bisa dimasukan ke dalam kurikulum. Karena, musik dapat memberikan hasil yang
optimal dalam proses belajar mengajar.