Jumat, 08 Mei 2015

BELAJAR MENGGNUNAKAN MUSIK


BELAJAR MENGGUNAKAN MUSIK

 

            Musik merupakan salah satu seni yang menggunakan olah vocal, melodi, harmoni, ritme, dan tempo sebagai sarana mengekspresikan perasaan atau emosi penciptannya. Seni music saat ini telah menjadi salah satu hiburan terpopuler seiring dengan perkembangaan teknologi dan informasi. Kini dalam penggunaannya music tidak hanya digunakan hanya sebagai hiburan tertentu saja. Music juga digunakan dalam berbagai bidang karena dengan seni yang menggabungkan not-not balok ini banyak sekali manfaat yang dapat diambil.

            Dalam tujuannya music bukan hanya sekedar menghibur atau penenang dari timbulnya rasa bosan. Beberapa ahli pendidikan seperti guru juga sering menggunakan music sebagai media penghantar materi pembelajaran dari guru ke anak didik.

            Jika kita bicara manfaat dari music, maka akan banyak kita temui. Antara lain manfaat music bagi kesehatan dan otak sebagai berikut :

·        Meningkatkan mood atau suasana hati.

Otak sangat rumit – dan ada banyak sekali unsur yang bisa ikut menciptakan perasaan senang atau bahagia – dan tidak mengherankan jika penelitian menunjukkan adanya pelepasan dopamin, yang berhubungan dengan perasaan senang karena mendengarkan musik.

·        Membantu lebih focus.

Jika kita merasa cemas atau stres, kita bisa mendorong korteks serebral diotak untuk menghasilkan gelombang frekuensi alpha yang lambat. Sementara di ujung skala lain, jika kita membantu korteks untuk menghasilkan gelombang beta cepat, kita akan lebih siap untuk berkonsentrasi dan memusatkan perhatian kita pada tugas yang cukup panjang.

·        Kemampuan berjalan lebih lama

Sebuah studi di Brunel University di London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebanyak 15 persen, membantu menurunkan persepsi usaha selama olahraga, serta meningkatkan efisiensi energi hingga satu atau tiga persen.

·        Kesehatan mental yang lebih baik

Seseorang sangat mungkin untuk menggunakan musik untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata. Hal ini juga bisa bertindak sebagai stimulus untuk membangkitkan kenangan lama yang telah terkubur atau untuk membangkitkan tanggapan emosional yang mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu untuk bisa disampaikan.

·        Melepaskan stress

Hampir sepertiga dari orang yang mendengarkan musik bertujuan untuk memberikan dorongan suasana hati yang berhubungan dengan pekerjaan. Dan hampir satu dari empat orang mengatakan, bahwa dengan mendengarkan musik ketika dalam perjalanan ke tempat kerja telah membantu mereka menghilangkan stres. Musik bisa menjadi penyemangat yang bagus ketika Kita merasa merasa stres.

·        Berdampak positif terhadap pasien

Musik bisa sangat berguna bagi seseorang yang berada dalam keadaan, di mana mereka telah kehilangan banyak kontrol terhadap lingkungan diluar mereka – misalnya mereka yang harus berada di rumah sakit untuk jangka waktu yang lama karena penyakit yang serius dan kurang bisa bergerak. Hal ini dapat memberikan rasa mengontrol kembali, serta menciptakan suasana pribadi yang tenang, dan menghalangi beberapa gangguan di sekitar pasien.

·        Apa jenis musiknya ?

Pengaruh jenis musik yang berbeda terhadap suasana hati akan sangat tergantung pada preferensi individu dan kebiasaan. Jika Anda tumbuh dengan musik rock, maka Anda tidak mungkin bisa mendengarkan musik klasik. Dan bagi orang yang tidak tahan mendengarkan musik rock, musik jenis lain mungkin yang akan bisa membangkitkan mereka.

 

Pada awalnya banyak sekali orang yang menduga bahwa music tidak berkontibursi dalam membangun karakter kepribadian pada anak, membantu anak belajar materi akademik, dll. Namaun, pada kenyataan sekarang sudah banyak tenaga pendidik sekolah dasar yang menggunakan atau memasukan bahan materi akademik atau pembelajaran yang perlu kemampuan daya ingat yang tinggi dimasukan kedalam nit not balok. Prakteknya dengan mengubah lirik dalam lagu menjadi materi pembelajaran namun tetap pada music atau irama yang sama.

Menurut sejarahnya, musik telah digunakan sejak jaman Yunani untuk kepentingan penyembuhan, komunikasi, relaksasi dan kesenangan (baca: hiburan). Bahkan sebelum lahir, kita sadar akan detak jantung ibu dan pada masa kecil kita merasa tenang sekali ketika dinyanyikan lagu nina bobo. Setiap hari kita sering mendengar bunyi atau ritme dan bahkan bunyi tersebut dapat kita temukan di alam bebas seperti nyanyian burung yang sedang berkicau.

Musik bagaikan sebuah kekuatan, yang dapat menciptakan emosi manusia, misalnya musik dimainkan untuk kebahagiaan pada acara pernikahan, musik dimainkan untuk rasa takut pada film horor dan musik dimainkan untuk terapi sehingga tercipta suasana relaksasi, berkurangnya rasa stress, dengan demikian mental manusia menjadi sehat.

Selain pemaparan di atas, ternyata musik juga dapat menyeimbangkan otak manusia, yakni otak kiri dan otak kanan. Sehingga diharapkan dalam menentukan sikap maupun keputusan terhadap suatu masalah yang dijumpai, manusia tidak hanya menggunakan logika saja, melainkan diimbangi dengan perasaan agar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.  Berdasarkan asumsi itulah, maka musik dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah umum. Dengan dimasukkannya musik ke dalam kurikulum sekolah, maka pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk. Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka tujuan pembelajaran musik tidak mengharapkan siswa pandai menyanyi dan pandai memainkan alat musik, tetapi musik dijadikan sarana ekspresi, imajinasi, kreativitas dan apresiasi karya musik.

Berikut beberapa hasil penelitian yang penulis rangkum dari Bulletin of the Council for Research in Music Education, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Pendidikan musik/pendidikan seni, memudahkan perkembangan anak dalam bahasa dan kecepatan membaca.

2.      aktivitas bermusik/berkesenian sangat bernilai bagi pengalaman anak dalam berekspresi dan lain-lain.

3.      aktivitas bermusik/berkesenian membantu perkembangan sikap positif terhadap sekolah dan mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah.

4.      keterlibatan dalam kegiatan bermusik/berkesenian secara langsung mempertinggi perkembangan kreativitas.

5.      Pendidikan musik/pendidikan seni memudahkan perkembangan sosial, penyesuain diri, dan perkembangan intelektual.

Musik dalam proses belajar mengajar dapat memberikan pengaruh positif kepada pembelajar. Musik dapat menjadikan Pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Penggunaan musik dalam proses belajar mengajar   juga dapat memberikan keseimbangan antara otak kanan dengan otak kiri. Hal inilah yang akan membuat pembelajar mampu mengerahkan seluruh pikiran mereka untuk belajar.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, diharapkan agar unsur musik bisa dimasukan ke dalam kurikulum. Karena, musik dapat memberikan hasil yang optimal dalam proses belajar mengajar.