Jumat, 08 Mei 2015

BELAJAR MENGGNUNAKAN MUSIK


BELAJAR MENGGUNAKAN MUSIK

 

            Musik merupakan salah satu seni yang menggunakan olah vocal, melodi, harmoni, ritme, dan tempo sebagai sarana mengekspresikan perasaan atau emosi penciptannya. Seni music saat ini telah menjadi salah satu hiburan terpopuler seiring dengan perkembangaan teknologi dan informasi. Kini dalam penggunaannya music tidak hanya digunakan hanya sebagai hiburan tertentu saja. Music juga digunakan dalam berbagai bidang karena dengan seni yang menggabungkan not-not balok ini banyak sekali manfaat yang dapat diambil.

            Dalam tujuannya music bukan hanya sekedar menghibur atau penenang dari timbulnya rasa bosan. Beberapa ahli pendidikan seperti guru juga sering menggunakan music sebagai media penghantar materi pembelajaran dari guru ke anak didik.

            Jika kita bicara manfaat dari music, maka akan banyak kita temui. Antara lain manfaat music bagi kesehatan dan otak sebagai berikut :

·        Meningkatkan mood atau suasana hati.

Otak sangat rumit – dan ada banyak sekali unsur yang bisa ikut menciptakan perasaan senang atau bahagia – dan tidak mengherankan jika penelitian menunjukkan adanya pelepasan dopamin, yang berhubungan dengan perasaan senang karena mendengarkan musik.

·        Membantu lebih focus.

Jika kita merasa cemas atau stres, kita bisa mendorong korteks serebral diotak untuk menghasilkan gelombang frekuensi alpha yang lambat. Sementara di ujung skala lain, jika kita membantu korteks untuk menghasilkan gelombang beta cepat, kita akan lebih siap untuk berkonsentrasi dan memusatkan perhatian kita pada tugas yang cukup panjang.

·        Kemampuan berjalan lebih lama

Sebuah studi di Brunel University di London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh sebanyak 15 persen, membantu menurunkan persepsi usaha selama olahraga, serta meningkatkan efisiensi energi hingga satu atau tiga persen.

·        Kesehatan mental yang lebih baik

Seseorang sangat mungkin untuk menggunakan musik untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat mereka ungkapkan dengan kata-kata. Hal ini juga bisa bertindak sebagai stimulus untuk membangkitkan kenangan lama yang telah terkubur atau untuk membangkitkan tanggapan emosional yang mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu untuk bisa disampaikan.

·        Melepaskan stress

Hampir sepertiga dari orang yang mendengarkan musik bertujuan untuk memberikan dorongan suasana hati yang berhubungan dengan pekerjaan. Dan hampir satu dari empat orang mengatakan, bahwa dengan mendengarkan musik ketika dalam perjalanan ke tempat kerja telah membantu mereka menghilangkan stres. Musik bisa menjadi penyemangat yang bagus ketika Kita merasa merasa stres.

·        Berdampak positif terhadap pasien

Musik bisa sangat berguna bagi seseorang yang berada dalam keadaan, di mana mereka telah kehilangan banyak kontrol terhadap lingkungan diluar mereka – misalnya mereka yang harus berada di rumah sakit untuk jangka waktu yang lama karena penyakit yang serius dan kurang bisa bergerak. Hal ini dapat memberikan rasa mengontrol kembali, serta menciptakan suasana pribadi yang tenang, dan menghalangi beberapa gangguan di sekitar pasien.

·        Apa jenis musiknya ?

Pengaruh jenis musik yang berbeda terhadap suasana hati akan sangat tergantung pada preferensi individu dan kebiasaan. Jika Anda tumbuh dengan musik rock, maka Anda tidak mungkin bisa mendengarkan musik klasik. Dan bagi orang yang tidak tahan mendengarkan musik rock, musik jenis lain mungkin yang akan bisa membangkitkan mereka.

 

Pada awalnya banyak sekali orang yang menduga bahwa music tidak berkontibursi dalam membangun karakter kepribadian pada anak, membantu anak belajar materi akademik, dll. Namaun, pada kenyataan sekarang sudah banyak tenaga pendidik sekolah dasar yang menggunakan atau memasukan bahan materi akademik atau pembelajaran yang perlu kemampuan daya ingat yang tinggi dimasukan kedalam nit not balok. Prakteknya dengan mengubah lirik dalam lagu menjadi materi pembelajaran namun tetap pada music atau irama yang sama.

Menurut sejarahnya, musik telah digunakan sejak jaman Yunani untuk kepentingan penyembuhan, komunikasi, relaksasi dan kesenangan (baca: hiburan). Bahkan sebelum lahir, kita sadar akan detak jantung ibu dan pada masa kecil kita merasa tenang sekali ketika dinyanyikan lagu nina bobo. Setiap hari kita sering mendengar bunyi atau ritme dan bahkan bunyi tersebut dapat kita temukan di alam bebas seperti nyanyian burung yang sedang berkicau.

Musik bagaikan sebuah kekuatan, yang dapat menciptakan emosi manusia, misalnya musik dimainkan untuk kebahagiaan pada acara pernikahan, musik dimainkan untuk rasa takut pada film horor dan musik dimainkan untuk terapi sehingga tercipta suasana relaksasi, berkurangnya rasa stress, dengan demikian mental manusia menjadi sehat.

Selain pemaparan di atas, ternyata musik juga dapat menyeimbangkan otak manusia, yakni otak kiri dan otak kanan. Sehingga diharapkan dalam menentukan sikap maupun keputusan terhadap suatu masalah yang dijumpai, manusia tidak hanya menggunakan logika saja, melainkan diimbangi dengan perasaan agar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.  Berdasarkan asumsi itulah, maka musik dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah umum. Dengan dimasukkannya musik ke dalam kurikulum sekolah, maka pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk. Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka tujuan pembelajaran musik tidak mengharapkan siswa pandai menyanyi dan pandai memainkan alat musik, tetapi musik dijadikan sarana ekspresi, imajinasi, kreativitas dan apresiasi karya musik.

Berikut beberapa hasil penelitian yang penulis rangkum dari Bulletin of the Council for Research in Music Education, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Pendidikan musik/pendidikan seni, memudahkan perkembangan anak dalam bahasa dan kecepatan membaca.

2.      aktivitas bermusik/berkesenian sangat bernilai bagi pengalaman anak dalam berekspresi dan lain-lain.

3.      aktivitas bermusik/berkesenian membantu perkembangan sikap positif terhadap sekolah dan mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah.

4.      keterlibatan dalam kegiatan bermusik/berkesenian secara langsung mempertinggi perkembangan kreativitas.

5.      Pendidikan musik/pendidikan seni memudahkan perkembangan sosial, penyesuain diri, dan perkembangan intelektual.

Musik dalam proses belajar mengajar dapat memberikan pengaruh positif kepada pembelajar. Musik dapat menjadikan Pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Penggunaan musik dalam proses belajar mengajar   juga dapat memberikan keseimbangan antara otak kanan dengan otak kiri. Hal inilah yang akan membuat pembelajar mampu mengerahkan seluruh pikiran mereka untuk belajar.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, diharapkan agar unsur musik bisa dimasukan ke dalam kurikulum. Karena, musik dapat memberikan hasil yang optimal dalam proses belajar mengajar.

Minggu, 11 Januari 2015

Etika Berdoa Dalam Media Sosial



MAKALAH ANALISIS ILMU BUDAYA DASAR

NAMA DOSEN : MUHAMMAD AKRAM, S. IP



QONITHA AULIA FADHILLAH (18514647)
1PA04
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN 2014
Daftar isi

Daftar isi ................................................................................................................................. i

BAB 1 PENDAHULUAN ...........................................................................................................
a. Latar Belakang
b. Tujuan Penulisan
c. Rumusan Masalah

BAB 2 LATAR BELAKANG .......................................................................................................
a. Definisi Etika Berdoa
b. Pengertian Sosial Media
c. Etika Berdoa  dengan Media Sosial

BAB 3 KESIMPULAN ............................................................................................................

Daftar Pustaka ....................................................................................................................






























BAB 1 PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG

Dapat dikatakan bahwa setiap orang yang bergama pasti berdoa. Doa menjadi bagian yang esensial dalam kehidupan manusia yang bergama. Doa memegang peranan penting untuk kelangsungan dan perjalan hidup manusia bergama, ia akan berdoa untuk itu hampir disetiap perjalanan hidup manusia bergama, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan sejahtera.

Dan manusia yang beragama pasti berpendapat dengan berdoa segala sesuatu atau urusan menjadi gampang dan berkeyakinan bahwa segala sesuatu atau urusan itu akan dibantu oleh sang Tuhan yang disembahnya. Dalam hal ini berdoa juga semakin penting bagi umat beragama. Oleh karena sangat pentingnya berdoa, manusia atau umat beragama kini berdoa dimanapun kapanpun dan oleh siapa pun.

Dengan berdoa juga dapat menunjukan kepribadian seseorang. Yakni, dengan berdoa orang lain akan berpendapat bahwa orang yang berdoa atau memiliki keyakinan pasti berkepribadian baik.

Di dalam berdoa juga terdapat sebuah niat. Niat ini berperan penting di dalam doa agara doa tepat tersampaikan pada tujuan yang sedari awal disusun. Niat juga penting, jika niat ini baik maka akan berpengaruh positive anatar hubungan manusia dengan tuhannya.

Namun dalam era globalisasi, media sosial hadir dengan berbagai macam model, aplikasi, dan fitur. Media online menawarkan manusia dengan jutaan kemudahan. Media ini juga diharapkan membantu pekerjaan manusia. Sangat mudah diakses, dijangkau, dan tampilan yang lebih cantik menarik perhatian hampir seluruh umat manusia.

Namun pada hakikatnya kini media sosial disalah gunakan oleh beberapa oknum manusia. Banyak terjadi kasus kriminal yang terjadi di sekitar akibat media social.

Kepribadian sesorang pun dapat terganggu karena dampak negative dari media ini. Sifat yang berubah karena dampak negative dari media biasanya menimbulkan dampak yang negative pula. Ketergantungan akan adanya media ini membuat sebagian individu lebih tertarik ‘hidup’ di dunia maya.

Karena itulah fungsi doa juga erat kaitannya dengan media ini karena banyaknya invidu yang mengumbarkan doa mereka di media sosial dengan niat yang salah. Dengan niat yang hanya ingin dipuji oleh orang lain di dunia maya. Dan bukan untuk membantu orang dengan doa yang benar.

Etika berdoa inilah yang keliru dalam budaya masyarakat zaman era globalisasi ini. Dengan itu dalam makalah ini akan dijelaskan pengertian berdoa dalam media sosial juga etika berdoa dalam media sosial.


B. TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menuntaskan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar yang menjadi salah satu syarat kelulusan dalam proses pembelajaran di jenjang S1 Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma . selain itu, diharapkan makalah ini dapat memberi gambaran atau dapat membantu orang klain baik si pembaca ataupun si penulis tentang etika berdoa dalam media sosial.



C. RUMUSAN MASALAH

Dengan latar belakang diatas, maka saya mengambil pokok masalah menjadi 3 rumusan yang akan dibahas di bab selanjutnya. Berikut adalah rumusan/pokok masalah :

1. Definis etika berdoa

2. Pengertian sosial media

3. Etika berdoa dengan media sosial






















BAB II PEMBAHASAN

A. DEFINISI BERDOA

Apa pengertian doa itu? Menurut kamus besar bahasa Indonesia, doa adalaha permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Sedangkan berdoa artinya adalah mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Tuhan. Berarti doa adalaha suatu permohonan yang ditujkan kepada Allah yang Didalamnya ada harapan, permintaan, dan pujian.

Dalam agama islam doa muncul pertama kali ketika adam dan hawa dihukum oleh Allah turun ke bumi setelah memakan buah dari pohon yang dilarang oleh Allah karena gangguan setan.
Kemudian Adam dan Hawa memohon ampunan Allah seraya berdo’a :

“Rabbanadlalamna anfusanaa wa in lam taghfir laana wa tarhmanna lanakuunanna minal khaasiriina”

Artinya :

“wahai Tuhan kami, kami telah menganiyaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni diri kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk golongan orang orang yang merugi”

Semenjak itulah timbulnya doa, yakni dikala manusia pertama berada dalam di dalam surga dan diturunkan ke bumi, kemudian diikuti oleh anak cucu beliau ketika berada di bumi.

Doa merupakan kekuatan yang amat dahsyat. Namun selama ini, banyak orang tidak menjadikan doa sebagai kekuatan yang sebenarnya. Sehingga, ia memiliki sedikit keraguan bahwa doa bisa mengubah keadaan atau nasib hidupnya. Ia lebih cenderung mengandalkan aspek logika dan usaha semata. Tidak mengingat bahwa Allah-lah sebagai penentu mutlak segala sesuatu, baik positif maupun negatif, sukses atau gagal.

Kekuatan doa telah banyak dibuktikan oleh para nabi, aulia, dan orang-orang saleh. Semula, para nabi mengalami kekalahan demi kekalahan ketika berjuang dalam dakwahnya. Tapi dengan kekuatan doa, kekalahan itu berbalik menjadi kemenangan. Misalnya, Nabi Musa a.s. beserta kaumnya semula kalah, sampai lari dan menyeberangi laut Merah. Setelah beliau berdoa, akhirnya ditolong oleh Allah. Begitu juga dengan Nabi Ibrahim, beliau pernah dibakar hidup-hidup, kemudian beliau memanjatkan doa kepada Allah SWT, akhirnya beliau ditolong Allah SWT. Nabi Muhammad saw juga sering berdoa dan selalu mendapatkan pertolongan Allah SWT.




Adapun doa doa yang dapat dibaca (dalam agama islam) :

1. Doa masuk dan keluar kamar mandi
2. Doa akan berwudhu dan setelah berwhudhu
3. Doa perlindungan jiwa
4. Doa agar selamat dunia akhirat
5. Doa akan berpergian
6. Doa akan keluar dan masuk rumah
7. Doa keluar dan masuk mesjid
8. Doa mohon petunjuk di saat sulit
9. Doa mohon kesehatan dan kenikmatan
10. Doa mohon petunjuk dan kekayaan jiwa
11. Doa mohon di mudahkan segala urusan
12. Doa mohon pertolongan dari kejahatan
13. Doa mohon lingkungan baik
14. Doa kebaikan dunia akhirat
15. Doa terlindung dari hari buruk
16. Doa kesehatan lahir batin
17. Doa dihilangkan kesedihan
18. Doa amal ibadah diterima oleh Allah
19. Doa mohon selamat dari musibah
20. Doa mohon diakhiri kesengsaraan
21. Doa mohon selamat dari kedengkian
22. Doa mohon kekuatan iman
23. Doa ampunan untuk orang tua
24. Doa mohon naik haji
25. Doa raja istighfar
26. Doa pagi sore
27. Doa menjadi manusia khusnul khotimah
28. Doa mendapat kedudukan yang baik
29. Doa mohon keberkahan dalam keluarga
30. Doa menghilangkan sakit
31. Doa mengobati sakit fisik dan jiwa
32. Doa mohon kesehatan
33. Doa sebelum sholat subuh
34. Doa selesai sholat
35. Doa sebelum sholat
36. Dzikir
37. Doa sholat malam
38. Doa sholat duha
39. Doa sholat hajat
40. Doa sholat istikhoroh

Masih banyak lagi doa doa yang lain. Karena Allah memang menganjurkan para manusia untuk selalu berdoa dimana pun, kapan pun, dan sedang melakukan apa pun.

B. PENGERTIAN MEDIA SOSIAL

MEDIA SOSIAL (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking).

Perubahan di dunia saat ini tidak akan bisa lepas dari peran media sosial.  Ia telah menjadi faktor yang menentukan dalam kehidupan manusia. Pengguna media sosial tidak saja berkomunikasi dengan orang lain, tetapi juga berdoa, mencitrakan diri, memanipulasi pesan,  atau sharing informasi untuk kepentingan tertentu. Banyak para politikus, pebisnis, artis menuai sukses lewat media ini, tetapi juga tak sedikit dari mereka yang hancur karirnya karena media sosial.

media sosial mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
1. Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
2. Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
3. Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
4. Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
media sosial yang populer digunakan di Indonesia antara lain :
1. Facebook
2. Twitter
3. YouTube
4. Blog
5. Google Plus

Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan ins pirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan diri" (personal branding), dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah dan sumpah-serapah. Status terbaik di media sosial adalah update status yang informatif dan inspiratif.

Penyebaran Situs Jejaring Sosial (Social Networking Site, selanjutnya
akan disebut SJS) hampir serupa dengan penyebaran wabah flu. Epidemi ini berlangsung begitu cepat karena ditunjang peningkatan kualitas sarana dan prasarana internet.

Jumlah masyarakat yang melek internet terdongkrak seiring semakin menariknya aplikasi internet. Berdasarkan survei yang dilakukan internetworldstats.com pada tanggal 30 Juni 2008, jumlah pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia. Perkembangan Internet di negara ini mengalami peningkatan sebesar 1,150.0 % sejak tahun 2000 hingga 2009.


Seiring meningkatnya popularitas Facebook dengan berbagai kemudahan transfer informasinya, media ini pun mulai dijadikan alat untuk melakukan aksi kriminal. Setidaknya ada 3 (tiga) penyimpangan besar yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab dengan memboncengi SJS tersebut, yaitu :

Pertama, konflik kebebasan berpendapat. Kebebasan berpendapat difasilitasi tanpa batas dalam situs jejaring sosial.
Kedua, Maraknya prostitusi dan perjudian online.
Ketiga, meningkatnya penipuan dan penculikan melalui internet.

Pengaruh media sosial terhadap perkembangan perilaku terhdap dunia maya sangatlah tinggi. Berbagai dampak baik positif atau negatif bisa didapat oleh si pengguna media sosial di dunia maya. Hal ini membuat beberapa ahli ditantang untuk dapat memberika solusi tindakan terbaik bagi si buah era globalisasi ini.

Para pembuat jejaring sosial pun juga berharap aplikasi yang dibuat dapat memberikan manfaat seuai dengan tujuan awal, yakni membantu manusia untuk kebih mudah terhubung dengan satu individu ke individu lain.



C. ETIKA BERDOA DENGAN MEDIA SOSIAL
Ketika berinteraksi dalam dunia maya, kita hanya banyak berkomunikasi dan berdialog lewat tulisan. Tulisan pada dasarnya merupakan representasi dari buah pikiran dan duta lidah, ketika lisan dalam artian sebenarnya tidak mungkin berkata.
Kebebasan berpendapat atau bebas memposting apapun dapat memberikan dampak yang negatif bagi diri sendiri dan orang lain. Sikap atau pendapat yang kurang terkontrol dan kurangnya pengawasan limgkungan sekitar membuat pemerintah harus menurunkan undang undang tentang sikap di dalam jerjaring sosial atau dunia maya.
UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE ini mengatur kehidupan manusia di dunia maya.

Dalam ketentuan Pasal 27 ayat (1) UU ITE menyatakan : Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE ini tidak peduli bagi siapapun yang memberikan suatu informasi yang memiliki unsur penghinaan.



Dalam Al Qur’an atau Al Hadits juga telah diterangkan adab dalam berdoa.
ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
" Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Janganlah kamu membuat kerosakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. [al-A‘raf/7:55-56] [2]
Berikut beberapa hadits yang mengandung isi tentang etika dalam berdoa :
1. Ma‘âlimut-Tanzîl : 1/156
2. Badâi‘ul Fawâid : 3/2
3. Maklumat lebih luas tentang etika dalam berdoa lihat juga kitab “Tashhîhud-du`a” karya Syaikh Bakr Abu Zaid
4. Shahîh Sunan at-Tirmidzi : 2819, Shahîh Sunan Ibnu Mâjah : 3117
5. Lihat klasifikasi tawasul dalam kitab “At-Tauhid” karya Syaikh Shâlih al-Fauzân, hal: 68-71
6. HR. al-Bukhâri 7405, Muslim 6805. Ahmad 13192 dengan sanad shahîh
7. Fathul Bari; bab firman Allah نفسه ويحذركم 13/397
8. HR. al-Bukhâri 6340, Muslim 6934, Abu Dâwud 1484, Ibnu Mâjah 3853, Ahmad 10312
9. HR. Muslim 6936
10. HR. Muslim 2346, at-Tirmizi 2989.
11. Shahîh Sunan Tirmidzi 2766, al-Mustadrak 1817 keduanya dari hadits Abu Hurairah , lihat Silsilah Shahîhah no: 594
12. Bukhâri dalam Al-Adâbul-Mufrad no: 547, Shahîh Sunan at-Tirmidzi 2728, Ahmad: 11133, al-Hâkim dalam al-Mustadrak: 1816
13. Ath-Thibi berkata “yakni Allah Subhanahu wa Ta'ala lebih banyak (lagi) menkabulkan...”. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 10/25
14. Tafsir al-Qur‘ânul-‘Azhîm 1/286
15. HR. Ibnu Hibbân 5/298 no: 3419. Lihat Silsilah Shahîhah 4/406 no: 1797
16. Surah Ghâfir 40:60
17. Shahîh Sunan Ibnu Mâjah 3085. Dihasankan oleh Syaikh al-Albâni dalam Silsilah Shahîhah no: 2654
18. Taisirul-‘Azîz al-Hamîd hal: 15
19. HR. Muslim 6906
Sesungguhnya etika dalam berdoa sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dimana bertujuan agar tiap tiap manusia khususnya umat muslim dapat mengamalkan atau mengerjakannya dengan baik. Dengan begitu, pesan yang terkandung dalam sebuah doa dapat tersampaikan dengan baik kepadaNya. Berdoa lewat dunia maya memang tak menyalahi undang undang namun sering kali beberapa individu menyalahgunakannya dengan niat yang lain.



BAB III KESIMPULAN

Dalam kesimpulan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa berdoa dalam media sosial itu diperbolehkan selama niat dan tujuannya adalah untuk membantu orang sekitar mengetahui doa-doa yang baik lewat media sosial, bukan untuk mendapatkan pujian atau hanya ingin terlihat berkepribadian yang baik.

Doa dapat berfungsi sebagaimana mestinya walau dimanapun dan kapanpun selama niat yang dituju adalah niat yang baik bukan semata mata menjadi niat yang salah dan keliru

Dari pembahasan diatas, diharapkan agar para pengguna media sosial dapat menggunakan mengkondisikan dengan ilmu agama. Dan semoga pembahasan diatas dapat menambah wawasan bagi yang membaca.





























Daftar Pustaka

- Media Sosial Baru dan Munculnya Revolusi Baru Proses Komunikasi, Nurudin, yogyakarta, November, 2012
- Buku Pintar Doa dan Dzikir Rasulullah, Abdulullah Zaedan.
- Ensiklopedi Perjanjian Baru Doa dalam Bahasa Yunani
- [Jurnal]  Studi Dampak Negatif Facebook Terhadap Remaja Indonesia oleh Andina